HIDUP TERTIB

Senin, 5 September 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Titus 1 : 10 – 11

Jemaat Yesus Kristus adalah persekutuan milik Tuhan. Karena itu setiap warga sejatinya berpikir, bertindak serta bertutur sesuai kehendak dan teladan Tuhan. Hanya dengan cara seperti itulah, maka perseutuan Jemaat akan bertumbuh dan menjadi saki bagi lingkungannya.

Tetapi pada kenyataan yang terjadi dalam jemaat justru ada yang sebaliknya. Sebagai contoh, seperti yang terjadi di Jemaat Kreta. Dikatakan bahwa “…sudah banyak orang yang hidup tidak tertib” Artinya, jumlah orang yang suka membuat kekacauan di dalam jemaat itu semakin bertambah. Mereka memberikan ajaran yang menyesatkan jemaat, antara lain menekankan tentang sunat. Mereka juga “menyebarkan omongan yang sia-sia” (ay.10), yaitu dengan cara menyebarkan dongeng tentang silsilah yang tiada putus-putusnya (bdk. I Tim. 1:4).

Bila menyimak ajaran yang disampaikan dapat diperkirakan bahwa penyesat itu adalah warga jemaat yang berlatar belakang Yahudi. Ajarannya menyesatkan karena bersifat sinkritisme, yaitu mencampuradukan antara tradisi agama Yahudi, Gnostik dan iman kristen. Menurut Paulus, kelompok penyesat ini “mengajarkan yang tidak-tidak”. Selain itu mereka juga hendak memperdaya (menyesatkan) iman warga jemaat; sekaligus mencari kesempatan untuk mengais keuntungan material (ay. 11). Karena itu mereka harus dihentikan (= ditutup mulutnya).

Hingga hari ini masih banyak gereja Tuhan yang disusupi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Orang-orang yang pikiran, tindakan dan tuturkatanya membuat warga jemaat yang lain merasa tidak nyaman; hingga suasana persekutuan menjadi kacau (= tidak tertib). Mungkin orang-orang ini tidak mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan Inji. tetapi perilaku mereka tidak mencerminkan rasa hormat kepada Tuhan Yesus. Menghadapi kenyataan seperti ini para penatua harus berani bersikap tegas dengan menegur serta memberikan penggembalaan khusus kepada mereka.