MERAWAT IMAN DALAM BUDAYA DIGITAL

Minggu, 4 September 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Titus 1 : 1 – 4

Saudaraku, Tuhan merawat kehidupan kita, dalam juang keseharian sebagai ibadah aktual. Ibadah ritual dan aktual dapat dimaknai sebagai upaya merawat hidup beriman. Pada konteks kekinian (pandemic Covid-19), GPIB mempertajam pelayanan ibadah secara luring (offline) dan daring (online-live streaming). GPIB terus berupaya membangun pemahaman bersama tentang gereja youtube atau gereja online, sambil merawat ibadah di gedung gereja dan di rumah tiap keluarga yang juga adalah gereja. Kita bersyukur untuk hikmat yang Tuhan anugerahkan dalam terobosan ini. Hal ini menunjukkan sikap terbuka GPIB, terhadap pelayanan yang berkembang dalam budaya digitalisasi. Keterbukaan dalam hikmat Allah merupakan sikap yang positif menanggapi perubahan zaman.

Mengatur dan menata persekutuan sebagai upaya memelihara iman umat, dilakukan oleh Titus dalam pelayanannya. Titus mendapatkan penguatan iman dari Paulus sebagai bapak rohaninya (ayat 1-4). Paulus menyampaikan bahwa pelaksanaan tanggung-jawab memelihara-merawat iman orang-orang pilihan dalam pengetahuan akan kebenaran, itu nampak dalam ibadah, dibangun dalam pengharapan hidup kekal dan dijanjikan oleh Allah yang tidak pernah berdusta. Pada bagian akhir, Paulus menyampaikan salam sebagai berkat bagi Titus. Sikap terbuka dalam hikmat Allah, memampukan Titus menerima saran dari Paulus untuk pengembangan pelayanannya.

Saudaraku, mari miliki sikap terbuka dalam hikmat Allah untuk peka dan tidak tergerus dalam perubahan zaman ke aran digitalisasi. Kiranya Roh kudus menolong kita untuk tidak merasa asing dengan ibadah secara digital. Fokus kita adalah merawat iman dalam pengetahuan yang benar melalui ibadah, caranya dapat sangat dinamis sesuai perubahan zaman. Selamat merawat hidup beriman, nikmati persekutuanmu dengan Tuhan melalui ibadah dalam budaya digital (online : YouTube, Facebook, Zoom, G-Meet,dll). Damai bagimu saudaraku.