PEMIMPIN YANG MELAYANI DAN BERINTEGRITAS

Rabu, 17 Agustus 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : 2 Timotius 2 : 14 – 19

Orang bisa saja tidak percaya pada perkalaan kita, tetapi mereka percaya pada tindakan kita. Demikianlah salah satu nasihat lama yang relevan hingga kini. Kata-kata bijak ini bicara tentang integritas atau kemampuan orang untuk bersikap jujur, memiliki prinsip moral yang kuat dan dapat dipercaya. Kebalikannya adalah kecurangan dan kemunafikan. Sederhananya, memiliki integritas berarti melakukan apa yang diucapkan (walk the talk), menghindar untuk melakukan kesalahan walaupun tidak ada yang melihat, serta melakukan apa yang benar walaupun tidak ada orang yang mengetahui atau yang mengakui.

Bacaan kita merupakan nasihat untuk para pemimpin jemaat agar membangun kapasitas personalnya dengan baik dan memimpin/melayani dengan integritas tinggi. Dengan cara bersikap jujur, apa adanya, tidak bersilat kata, mengatakan kebenaran, menghindari perkataan yang tidak ada isinya, tidak berguna dan tidak benar (ay.14-16), serta meninggalkan kejahatan (ay.19). Dengan kata lain, seorang pemimpin jemaat mestinya memimpin dan melayani dengan ucapan yang jujur, benar, dan bermanfaat untuk kepentingan banyak orang, serta terutama dengan Tindakan atau perbuatan yang konsisten. Dengan demikian, sesungguhnya seorang pelayan jemaat sedang membangun integritas di hadapan manusia dan di hadapan Allah. Ia dikenali Allah sebagai milik kepunyaan-Nya (ay.15a dan ay. 19) dan bermanfaat bagi kehidupan sesama/jemaat, berbeda dengan para pengacau dan penyesat (ay.14b & 17-18).

Membangun integritas bukanlah pekerjaan sehari-semalam. Ia harus dilatih secara konsisten sedikit demi sedikit. Mulai dari usia dini serta dari perkara kecil dan sederhana. Memiliki integritas adalah syarat utama seorang pelayan dan pemimpin, baik di jemaat maupun masyarakat luas. Sehingga baik ucapannya maupun tindakannya sangat bermanfaat untuk membangun kehidupan umat dan masyarakat sehari-hari.