Jumat, 2 September 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Hagai 2 : 7 – 10
Salah satu faktor yang menyebabkan pembangunan Kembali Bait Allah itu berhenti adalah karena umat Israel hidup susah dan menderita, akibat dari hukuman Tuhan. Bacaan kita pagi ini berisi jawaban Tuhan atas masalah itu.
Beginilah firman Tuhan, semesta alam; “sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, …. Kepunyaan-Kulah perak dan emas”
Menarik bahwa setiap kali Tuhan berfirman, maka dikatakan bahwa Dia adalah Tuhan, semesta alam. Tuhan adalah Allah yang memiliki kekuatan yang dahsyat yang tak terkalahkan, karena itu Dia mampu mewujudkan apa saja yang Dia kehendaki.
Jika umat sedang dalam kesulitan, maka Tuhan berfirman “jangan takut”, Megapa? Sebab, sedikit waktu lagi Tuhan akan menggoncangkan bumi dan langit, laut, darat, dan bangsa-bangsa, sehingga harta kekayaan bangsa-bangsa akan datang mengalir, dengan begitu Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan pembangunan Bait Allah itu. Firman Tuhan diakhiri dengan janji bahwa di tempat ini Tuhan akan memberi damai sejahtera, dalam arti, Tuhan akan mengakhiri hukuman-Nya, Tuhan akan memberkati umat-Nya, sehingga umat hidup dalam damai sejahtera. Janji Tuhan ini menyatakan kepada kita bahwa Tuhan akan menghukum umat-Nya yang mengabaikan keberadaan Bait-Nya, tetapi Dia akan member damai sejahtera bagi umat yang memperdulikan Bait-Nya. Salah satu tugas para pemimpin adalah peduli menjaga dan memelihara gedung ibadah. Barangsiapa peduli akan gedung ibadah, maka dia diberkati oleh Tuhan, dan sebaliknya, barangsiapa tidak peduli gedung ibadah, apa lagi dengan sengaja merusaknya, maka dia akan dihukum olen Tuhan.