SAMBUTAN SALOMO

Rabu, 30 Agustus 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : 1 Raja-Raja 8 : 14 – 21

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Salomo pada pembukaan upacara “Pentahbisan Bait Allah”. 1). Salomo menyatakan pujiannya kepada Tuhan. Pokok pujiannya ialah bahwa ia yakin Tuhan sendiri terlibat dalam berdirinya Bait Allah, baik dalam perencanaannya maupun dalam pembangunannya. Benarlah ungkapan pemazmur berikut ini: “jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;” (Mazmur 127:1). 2). Tuhan telah memilih Daud untuk berkuasa atas Israel, tetapi Ia menolak ketika Daud berniat mendirikan rumah bagi-Nya.

Dengan berdirinya Bait Allah, maka Than telah menepati janji-Nya kepada raja Daud, yaitu: 1) Lahirnya seorang anak laki-laki bagi Daud (yaitu Salomo), dia telah menjadi raja menggantikan Daud ; 2) Raja Salomo telah berhasil mendirikan Rumah untuk Tuhan. Oleh sebab itu, haruslah diingat bahwa keberadaan Bait Allah di Yerusalem itu merupakan bukti dan kesaksian bahwa Tuhan Allah Israel itu adalah Allah yang setia. Bahwa janji-Nya akan digenapi menurut waktu-Nya. Dalam pemahaman seperti inilah bermakna nasihat agar bersabarlah.

Ungkapan “bersabar” bermakna 2 hal, yaitu : tabah dan setia menunggu hingga apa yang diharapkan terwujud. Bersabar juga berarti “bahwa segala suatu ada waktunya”, karena itu, untuk memperoleh sesuatu, kita harus siap bersabar. Seandainya, kita menanam pohon jati dan berharap panen kayu jati 5 tahun kemudian, harapan itu tidak realistis. Kita harus bersabar selama 30 tahun barulah bisa memanen kayu jati yang baik dan kuat. Banyak kali permohonan kita kepada Tuhan dalam doa-doa menunjukkan bahwa kita adalah orang-yang-tidak-sabaran. Salah satu contoh ketidak-sabaran manusia ialah ingin cepat terkenal, sukses, kaya raya tapa mau bekerja keras. Waktu Tuhan beda dengan waktu kita, karena itu bersabarlah.