Senin, 1 Agustus 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Maleakhi 2 : 1 – 9
Salah seorang tokoh pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara pernah menyampaikan sebuah semboyan Pendidikan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun karso, Tut Wuri Handayani” yang artinya “di depan memberi teladan, di tengah membangun niat dan di belakang memberi dorongan semangat” Fokus pada bagian pertama semboyan itu yaitu “yang di depan memberi teladan”, bermakna setiap orang yang memiliki posisi di depan harus selalu memberikan teladan dan contoh yang baik agar mereka yang ada di tengah dan belakang akan mengikutinya.
Tradisi PL, seorang imam dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang memiliki posisi terdepan dalam masyarakat. Meskipun penyebutan imam telah ada dalam diri Melkisedek (band. Kej 14:1), namun munculnya jabatan imam dihubungkan dengan pemilihan Harun sebagai imam yang membantu Musa. Jadi semua yang disebut imam adalah orang-orang yang sangat terhormat karena memiliki tugas yang penting dalam masyarakat Israel. Mereka bertugas memimpin, mengajar umat dan juga disebut sebagai utusan Allah. Imam setelah masa pembuangan; juga memiliki posisi penting secara politis.
Jika kita memperhatikan pentingnya tugas para imam sebagai pemimpin yang meneladani, namun dalam bagian Alkitab yang kita baca hari ini bahwa para imam tidak melakukan tugasnya dengan baik, Hal inilah yang membuat Tuhan murka, karena dampak dari perbuatan para imam itu sangat mempengaruhi kehidupan umat pada saat itu; kehidupan ibadah menjadi sangat buruk dan mereka merendahkan serta menganggap remeh semua peraturan dalam ibadah di rumah Tuhan. Mari kita sebagai “pemimpin” jalankan tugas kita dengan baik dan benar agar dapat menjadi contoh dan teladan bagi orang-orang di sekeliling kita.