KUALITAS MENIKMATI HASIL BERKUALITAS

Minggu, 17 Juli 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Pengkhotbah 1 : 3 – 11

Sementara orang dituntut untuk terus bekerja, apa sih yang mau dicari? Benar, zaman sekarang kalau ada orang yang tidak bekerja, ia akan minder. Itu sebabnya, orang akan berusaha mencari pekerjaan, yang penting halal. Syukur-syukur dapat pekerjaan dengan upah yang cocok. Meskipun ada orang bersikap, yang penting kerja, soal penghasilan mungkin nomor dua. Biasanya kita menemukan orang yang sedang giat bekerja, namun ada pula orang yang sudah merasa bosan menjalani aktivitasnya. Jika direnungkan, maka kerja kerasnya hanya seperti sesuatu yang mengalir, namun tidak memberi kebahagiaan. Orang bekerja keras dari dulu, tapi manusia begini-begini saja. Bumi ya tetap begini seperti juga angin yang hanya berputar-putar, lalu matahari terbenam dan terbit dengan teratur, serta laut pun tidak pernah kepenuhan meski sungai terus mengalirkan airnya. Siapa yang menikmati hasil kerja kerasnya? Baginya pekerjaan hanya irama hidup yang pada akhirnya menjemukan (“Segalanya membosankan dan kebosanan itu tidak terkatakan” ay.8a BIMK/BIS), tidak ada lagi sesuatu yang menarik dan memberi tantangan dalam kehidupannya. Sikap seperti itu berbeda dengan pemazmur, yang menghargai pekerjaannya dan bergembira menikmati hasil kerjanya (bd. Mzm. 127:2; 128:2).

Seorang pekerja keras, membanting tulang supaya memperoleh upah atau hasil panenan yang berlimpah, bisa saja akhirnya mengeluh karena tidak merasakan hasil kerjanya. Sudah terlaniur keletihan atau renta. Kualitas dalam menikmati hasil kerja adalah merasakan kegembiraan dan bersyukur bersama keluarga serta bersukacita ketika bisa berbagi berkat. Semoga panggilan pekerjaan bukan malah menomorduakan keutuhan dan kebahagiaan keluarga serta melupakan kehadiran-Nya, bahkan diharapkan dapat mengalirkan berkat-Nya bagi sesama. Semoga.