TAAT DAN PATUHI PEMERINTAHMU

Rabu, 27 Juli 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Roma 13 : 1 – 5

Firman Tuhan hari ini, menekankan perwujudan dari kasih yang diwujudkan dalam kepatuhan kepada pemerintah. Rasul Paulus menekankan bahwa tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah (ay. 1). Lebih lanjut, ia katakan bahwa barangsiapa yang melawan pemerintah berarti melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya (ay. 2). Ini berarti, Allah adalah pemegang kendali, dan pemerintah merupakan alat yang dipakai oleh Allah untuk mengatur dan melindungi kita dari kekacauan dan kekerasan akibat dosa. Oleh sebab itu, sebagai hamba Allah, pemerintah juga berkewajiban tunduk dan patuh pada kehendak Allah.

Di pihak lain, kita diperhadapkan dengan kenyataan bahwa masih ada orang yang tidak path pada pemerintah. Contoh sederhana, ketidakpatuhan dalam menaati peraturan lalu lintas, tidak membayar pajak, dan sebagainya. Ketidakpatuhan ini bisa berdampak buruk bukan hanya pada diri sendiri, melainkan pada sesama. Dalam kerangka inilah, umat Kristen atau gereja, secara khusus diingatkan untuk taat pada ketetapan Allah melalui pemerintah. Kepatuhan kepada pemerintah dilakukan selama pemerintah sendiri berjalan sesuai dengan ketetapan Allah. Jika tidak demikian, maka kita harus lebih taat kepada Allah dari pada pemerintah dunia.

Ayat 5, menekankan agar setiap orang bersedia menaklukkan dirinya untuk taat dan patuh pada pemerintah. Sebab, ada murka Allah bagi mereka yang tidak mau tunduk pada ketetapan-Nya. Di sisi lain, penekanan terhadap suara hati, menuntut kita untuk taat dan tunduk pada ketetapan-ketetapan Allah.

Akhirnya, wujud kasih yang dinyatakan dalam kepatuhan kepada pemerintah, menuntun kita untuk taat dan setia melakukan ketetapan Allah dalam kehidupan ini.