JANGAN MENCOBAI TUHAN

Senin, 27 Juni 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Ratapan 1 : 12 – 17

Ada suatu ungkapan yang pernah saya dengar, seperti : “untuk mendidik seorang anak tidak selalu harus dengan belaian, jika diperlukan sedikit “pukulan” yang mendidik. Mengapa tidak?” kalimat ini tentu akan mengundang pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat yang mendengar atau membacanya. Bagaimana dengan Bapak/Ibu yang membacanya pagi ini? Apakah Bapak/ibu setuju atau tidak dengan ungkapan tersebut?

Yeremia dalam tulisannya menggambarkan kesedihan yang dialami Yerusalem dengan pengumpamaan sebagai “aku” Penderitaan yang dialami Yerusalem bukanlah penderitaan yang mudah, semua itu datang dari sikap hidup mereka yang mencobai Tuhan sehingga menghasilkan murka Allah yang menyala-nyala (12), api yang dikirimkan-Nya hingga menembus tulang; kesakitan yang dialami sepanjang hari (13), Tuhan melumpuhkan kekuatan; menyerahkan bangsa pilihan-Nya kepada orang yang tidak dapat dilawan (14), Tuhan membuang orang hebat yang membela Yerusalem (15), Ia membuatnya menangis tapa adanya seorang penghibur (16-17). Semua yang dilakukan Allah sebagai bentuk murka-Nya karena kasih-Nya yang dicobai oleh umat-Nya. Kesabaran Allah dipermainkan oleh sikap hidup umat yang memberontak dan menolak untuk bertobat. Melalui curahan hati dan ratapan Yeremia inilah, umat diajak untuk kembali hidup dalam perkenanan dan kasih Allah.

Sebagai anak-Nya kita tahu bersama bahwa Bapa kita adalah Pribadi yang murah kasih, namun kasih-Nya bukanlah kasih yang murahan yang setiap waktu dapat kita cobai dengan sikap hidup yang salah. Ada waktu Ia mendidik kita dengan belaian kasih, namun ada waktu juga saat Ia mendidik kita dengan “pukulan” Oleh sebab itu, mengawali hari baru di pekan yang baru ini, mari bersama kita bangun budaya hidup yang sesuai dengan standar hidup yang Tuhan mau. Jangan mencobai Tuhan! Amin.