MENOLONG UNTUK MENOLONG

Rabu, 1 Juni 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Ester 4 : 1 – 9

Kita dapat memahami tindakan Mordekhai merespons rencana Haman untuk membinasakan seluruh orang Yahudi di seluruh tanah Persia. Kita dapat menyelami kepedihan hati Mordekhai terkait rencana jahat itu. Mungkin saja Mordekhai sungguh-sungguh menyadari, bahwa dia juga mempunyai andil atas rencana jahat Haman yang direstui oleh raja.

Kisah ini bermula dari sikap Mordekhai yang tidak sudi bersembah sujud kepada Haman yang telah diberi kuasa dan wewenang yang luar biasa. Inilah yang dimaksud, bahwa Mordekhai mempunyai andil atas rencana jahat dari Haman. Tentu kita dapat memahami juga mengapa Mordekhai tidak berlutut dan tidak mau bersujud kepada Haman (3:2). Bagi Mordekhai dan orang-orang Yahudi, hanya Tuhan sajalah yang layak menerima sembah sujud dari manusia.

Setelah mendengar rencana pemusnahan orang Yahudi di seluruh tanah Persia, Mordekhai tidak diam. Ia bertindak dengan usahanya, walau mungkin dipandang orang sebagai sikap yang tidak waras. Ia mengenakan kain kabung dan melolong. Kain kabung menjelaskan tentang rasa duka dan penyesalan yang mendalam. Menilik situasi Mordekhai, Ester mengirimkan pakaian ganti baginya, tetapi dia menolak. Justru melalui sida-sida, Mordekhai meminta dengan sangat, agar mereka menceritakan rencana Haman ini kepada Ester yang kini menjadi ratu di istana.

Belajar dari sikap Mordekhai, yang menjadi perenungan adalah bahwa sekecil apapun yang kita lakukan demi kemanusiaan manusia, lakukanlah dengan hati yang tulus. Tak peduli apa kata orang, yang penting kita dapat menolong sesama. Berserulah kepada Roh Kudus, Sang Penghibur dan Penolong sejati.