Minggu, 19 Juni 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Efesus 1 : 1 – 4
Deus Providebit adalah semboyan dalam bahasa Latin yang berarti “Allah akan menyelenggarakan”. Spiritualitas ini menjadi kekuatan yang dihidupi dan diyakini oleh ibu Maria Catharina Daemen (Magdalena Daemen), pendiri kongregasi suster-suster Santo Fransiskus (OSF). Semangat Deus Providebit meyakini, bahwa kehidupan ini terselenggara tidak semata-mata karena kehendak manusia, tetapi adanya Allah yang mengatur kehidupan. Allah sebagai Penyelenggara di tengah ladang pelayanan milik-Nya juga menjadi semangat yang diyakini dan dihidupi oleh Paulus. Dengan tegas Pauls mengatakan, bahwa status kerasulannya serta status jemaat Efesus adalah karena Deus Providebit. Ayat 1 bacaan kita menyatakan, dari Paulus Rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah. Ayat 4 menyatakan, sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercela. Yakinkah kita akan Deus Providebit atas diri pribadi? Yakinkah kita, bahwa posisi-posisi atau tugas-tugas yang sedang dilakoni tidak terlepas dari penyelenggaraan Allah untuk kebaikkan hidup?
Apa tujuan Allah memilih orang untuk menjadi milik-Nya? Ayat 4 bagian akhir menyatakan, “…supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya”. Qadosh adalah kata Ibrani untuk kata kudus. Arti kata ini adalah terpisah, khusus, atau tidak tercampur. Tentang hidup khusus atau terpisah, Efesus 4 : 17-32 memakai istilah manusia baru. Kepada orang percaya, yang diminta untuk hidup kudus sebagai manusia baru, sabda-Nya berkata, “Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap jauh dari hidup persekutuan dengan Allah”. Jadi, untuk menjadi manusia baru jangan hidup jauh dari Allah. Hiduplah dekat-dekat dengan Allah. Selaraskanlah cara hidup dengan kehendak-Nya, supaya kita tampak sebagai orang-orang pilihan-Nya.