Minggu, 26 Juni 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Ratapan 1 : 1 – 6
Ada banyak cara dilakukan manusia untuk menunjukkan apa yang dirasakan dalam hatinya. Ada yang menunjukkannya dalam perbuatan, dengan menangis, tertawa, ataupun memendamnya. Ada yang menunjukkannya dengan berkarya. Bahkan ada yang menunjukkannya dengan refleksi dalam ratapan yang mendalam. Semua sikap itu menjelaskan betapa luar biasanya kisah hidup dan cara Allah membentuk hati manusia.
Ratapan merupakan kitab sastra dalam Perjanjian Lama. Penullis kitab Ratapan adalah seorang nabi bear yang melihat suatu peristiwa kehidupan Bangsa Israel yang di hukum oleh Allah. Hatinya memilih untuk menuangkan apa yang dilihat dan dirasa dalam bentuk tulisan, sehingga menghasilkan refleksi dalam bentuk syair yang indah. Perikop ini menjelaskan bagaimana Allah dengan kemahakuasaan-Nya membuat semua menjadi terbalik. Ia menghukum bangsa pilihan-Nya dengan “totalitas”. Tempat yang dulunya ramai menjadi sepi. Kedudukan yang dulunya bagaikan seorang ratu menjadi jajahan (ayat 1). Sikap yang dulunya berbangga diri menjadi menangis bercucuran, ditinggalkan oleh semuanya (ayat 2-4). Seseorang yang dulunya menjadi pemimpin kini meniadi tawanan oleh seterunya (ayat 5). Israel yang dulunya dianugerahi banyak berkat, kini menjadi seperti rusa yang kelaparan dan tak berdaya (ayat 6).
Hidup ini layaknya seperti permainan Roller Coaster, adakala kita dibawa ke atas, ada waktu kita dihempas ke bawah. Tentu dalam posisi di mana pun itu, kita harus menyikapinya dengan bijak. Kehidupan bangsa Israel menjadi cerminan, bahwa mereka kurang bijak dalam menyikapi kepercayaan dan pemilihan Allah atas mereka. Melalui kehidupan bangsa Israel dan ratapan Yeremia kita belajar, bahwa Allah mampu dan sanggup dengan berbagai cara menolong umat-Nya berbalik kepadaNya. Mariah kita menjalani hidup ini sesuai dan seturut kehendak Tuhan.