Senin, 9 Mei 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 1 : 17 – 27
Agnes Gonxha Bojaxhiu atau yang dikenal sebagai Bunda Teresa adalah seorang perempuan Albania berkewarganegaraan India yang mendedikasikan hidupnya dalam pelayanan karitatif bagi orang-orang terpinggirkan di Kalkuta. Bersama dengan para biarawati yang bergabung dalam Misionaris Cinta Kasih, ia melayani mereka yang miskin, sakit dan sekarat, serta yatim piatu, Karena dedikasinya yang besar, kongregasi religius Katolik itu memperoleh dukungan internasional dan terus berkembang di berbagai negara.
1 Tawarikh 1 : 17 – 27 menyaksikan bahwa perkembangan yang signifikan juga dialami oleh Sem dan keturunannya sebagaimana tampak dalam silsilah mereka. Menurut tafsiran dengan pola segmentasi atas ayat 17-23, Sem dan keturunannya menyebar ke sebelah barat Mesopotamia dan sering disebut sebagai suku bangsa Semit. Demikian pula tafsiran dengan pola linear atas ayat 24-27 menunjukkan bahwa Allah mengkhususkan Sem dan keturunannya sebagai leluhur Abram yang disebut Abraham. Pengkhususan Sem dan pemilihan Abraham memang bersifat eksklusif. Namun di dalam kedaulatan-Nya, Allah merancangkan karya keselamatan yang inklusif dan universal bagi semua bangsa.
Saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kita juga adalah orang-orang yang dihadirkan dan dikhususkan Allah. Sama seperti Sem dan Abraham, kita dihadirkan dan dikhususkan untuk menjadi berkat. Bukan hanya bagi kalangan sendiri tetapi juga bagi semua orang, terutama mereka yang terpinggirkan dan menderita seperti diteladankan oleh Bunda Teresa.
Dengan begitu, maka karya keselamatan Yesus Kristus dapat dirasakan oleh siapa saja dalam kehidupan sehari-hari. Lebih daripada itu, kesediaan diri kita untuk turut mengambil bagian dalam pelayanan menjadi ritual moralitas kasih yang memuliakan nama Allah melalui Gereja-Nya. Mari kita memiliki tekad dalam aktivitas hari ini, yaitu menjadi berkat bagi sesama. Tuhan memampukan kita.