AMBILLAH

Jumat, 20 Mei 2022
 
 
Renungan Pagi
 
 
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 21 : 18 – 27

Mezbah adalah tempat persembahan korban diletakkan, sekaligus menjadi tempat peringatan perjumpaan antara umat dan Tuhan. Di mezbah, darah tercurah sebagai tanda perdamaian antara umat dengan Tuhan. Kali ini Daud harus mendirikan mezbah, di tempat yang ditunjuk Tuhan, yaitu di tempat pengirikan milik Ornan, orang Yebus. Pengirikan adalah tempat di mana bulir gandum dipisahkan dari sekamnya. Bulir-bulir itulah yang akan disimpan dalam buli-buli atau lumbung.

Di tempat pengirikan itulah Daud membarui perjanjiannya dengan Tuhan. Ia menyadari dosanya karena mengikuti kemauan iblis melakukan sensus dalam rangka menghitung kekuatannya. Tanpa disadari keinginan Iblis yang diikutinya, telah membuat Daud melepaskan tangan Tuhan yang menjadi andalannya. Di tempat pengirikan itulah dosa diperhadapkan dan pengampunan ditawarkan. Ornan, sang pemilik tempat pengirikan dengan segala kerendahan hati memberikan miliknya menjadi tempat mezbah didirikan.

Kita bisa menghitung berapa banyak kekuatan sumber daya manusia, ekonomi, atau kekuasaan yang kita miliki, tetapi ingatlah semua itu tidak menjamin keberhasilan kita. Semua sumber daya hanya alat yang Tuhan karuniakan untuk menyebarkan berkat Tuhan. Satu-satunya yang patut diandalkan adalah Tuhan. Milik kita yang paling berharga sekalipun hanya alat yang selayaknya dipersembahkan menjadi tempat mezbah Allah dibangun. Apapun yang kita miliki hari ini, tidak perlu membuat kita sombong, melainkan mendorong kita memakainya dalam kehendak Tuhan dengan kerendahan hati. Hari ini kita merayakan hari Kebangkitan Nasional. Kita terpanggil untuk menjadi orang-orang pilihan Allah yang diutus untuk membangun negeri ini, Indonesia. Hanya mereka yang mengandalkan Tuhan dan memberikan semua kemampuannya dengan rendah hati, dapat menjadi berkat bagi negeri ini.