Minggu, 8 Mei 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 1 : 1 – 4
Bobot, bibit, bebet merupakan prinsip orang Jawa yang berbicara tentang kualitas diri seseorang baik secara lahir maupun batin, asal-usul dan garis keturunan serta status sosialnya. Bagi masyarakat Israel kuno, garis keturunan menjadi sangat penting, karena hal itu menyangkut jati diri umat pilihan Allah di tengah kehidupan masyarakat, khususnya bangsa-bangsa lain. Dalam bacaan hari ini dipaparkan oleh Tawarikh daftar nama yang dimulai dari Adam sampai kepada Nuh. Dalam bahasa Ibrani Adam dan manusia berasal dari kata yang sama “ha’adam”. Artinya, bahwa dalam diri Adam disampaikan tentang Allah yang menciptakan manusia serupa dengan Allah. Manusia memiliki hubungan yang istimewa dengan Allah. Manusia menjadi wakii Allah di bumi dan berkuasa atas ciptaan-ciptaan Iainnya. Adam dibentuk oleh Allah untuk menjadi wakil-Nya di bumi.
Kisah Nuh mengacu pada cerita tentang air bah. Nuh dan keluarganya diselamatkan dari air bah yang diturunkan Allah untuk membinasakan makhluk hidup di bumi sebagai hukuman atas kejahatan manusia. Nuh dalam bahasa lbrani, artinya penghiburan. Nuh dipilih oleh Allah untuk melaksanakan karya penyelamatanNya terhadap sebagian manusia dan binatang yang masih hidup setelah air bah. Allah berjanji tidak akan menghancurkan bumi lagi. Perjanjian Allah dan Nuh inilah yang menjadi dasar peng-harapan bagi kehidupan Nuh maupun keluarganya dalam menjalani kehidupan.
Setiap kita dibentuk oleh Allah untuk hadir di dunia ini menjadi wakil-Nya yang menceritakan tentang Allah, Sang Pencipta. Seperti Nuh, ada di antara kita yang dipilih oleh Allah untuk melaksanakan karya keselamatan-Nya bagi dunia melalui Gereja-Nya. Proses pemilihan itu merupakan bagian dari proses pembangunan Gereja dengan kualitas diri yang berbobot sebagai salah satu upaya mempersiapkan generasi penerus Gereja dalam menjalankan misi Allah bagi dunia.