APAPUN KARUNIAMU, MULIAKAN TUHAN

Sabtu, 30 April 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : 1 Korintus 14 : 26 – 33

Setiap orang diberi karunia oleh Tuhan. Karunia yang diberikan Tuhan berbeda satu dengan yang lain. Karunia yag diberikan pasti dimaksud untuk setiap perbuatan baik yang membangun persekutuan. Kita menjadi bagian dari rencana Tuhan dalam menyatakan keselamatan bagi dunia ini.

Paulus mengingatkan jemaat Korintus atas setiap karunia yang dimiliki. Jika ada karunia bermazmur, mengajar, bahasa roh dan menafsirkan bahasa roh hendaklah semuanya itu dipergunakan untuk membangun (ay.16). Setiap karunia yang diberikan Tuhan kepada masing-masing akan menjadi berguna jika adanya saling menghargai dan melakukan sesuai karunianya (ay.30-31). Beragam karunia itu menyatakan bahwa masing-masing memiliki peran dan fungsi sesuai karunia yang diberikan. Dengan cara itu kehidupan umat akan mengalami damai. Tidak ada yang saling merasa lebih dari yang lain atas karunia yang dimilikinya. Jika tidak demikian kekacauan akan terjadi dalam kehidupan umat karena kesombongan atas karunia yang dimilikinya. Masing-masing merasakan kebenaran sendiri. Persekutuan umat tidak terbangun. Karunia yang diberikan tidak ada artinya. Selanjutnya Paulus dengan tegas menyatakan bahwa Allah tidak menghendaki kekacauan. Kekacauan yang membuat umat tidak merasakan kehadiran Tuhan. Allah ingin umat dibangun dalam keutuhan dan kebersamaan sehingga kehadiran Allah terasa menghadirkan damai sejahtera (ay. 33).

Karunia dari Allah juga ada dalam diri kita. Apakah kita sudah menyatakan karunia tersebut dalam kehidupan kita. Sudahkan karunia tersebut menjadi berkat bagi kita dan sesama? Apakah setiap karunia itu menjadi batu sandungan bagi orang lain sehingga menimbulkan kekacauan dalam kehidupan persekutuan? Hari ini, mari kita jalani dengan rasa syukur atas karunia yang Tuhan berikan. Hargai setiap karunia sesama bagi pembangunan dan partumbuhan iman diri dan Jemaat.