BERTANGGUNG JAWAB

Sabtu, 16 April 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 31 – 37

Lambung Yesus ditikam dengan keji bahkan setelah menerima banyak siksaan. Menurut Injil Yohanes, itu mesti terjadi agar nubuatan tentang Yess terpenuhi (ayat 37). Penderitaan yang diterima Yesus tetap Ia terima sampai mati di kayu salib. Mungkin dalam kacamata manusia kita melihat bahwa penderitaan Yesus terlalu banyak. Namun Yesus melakukan itu semua untuk penebusan dosa dan kesalahan manusia sehingga kita selamat oleh-Nya.

Lewat penderitaan Yesus kita bisa belajar akan satu hal penting yaitu tanggung jawab. Yesus terus menerima dan melaksanakan tanggung jawab-Nya sampai akhir. Yesus tahu benar dari awal tugas dan beban apa yang harus Ia tanggung. Dan Ia melakukannya dengan sangat baik sampai pada akhir.

Banyak dari kita sedang menjalani pergumulan dan perjuangan hidup. Kita telah dan sudah tahu tanggung jawab apa yang mesti dilakukan dalam hidup dan setiap pekerjaan kita. Tanggungjawab sebagai suami, istri, anak, orang tua, dan sebagainya. Seperti Yesus tentu saja setiap tanggung jawab yang kita pilih kita jalani secara sadar. Maka dari itu, kita perlu melaksanakan tanggung jawab kita secara tulus dan sungguh. Apabila kita menerima berbagai tekanan dan tantangan dalam tanggung jawab, kita perlu mengingat akan kesetiaan Yesus yang mati di kayu salib.

Apabila kita semua sudah benar-benar melaksanakan tanggung jawab, maka kita layak dikatakan bersatu dalam karya keselamatan Yesus. Kita semua bersatu dengan Yesus karena kita melakukan tanggung jawab kita dengan sungguh seperti Yesus.

Oleh karena itu, karya keselamatan Yesus tidak menjadi sia-sia. Justru keselamatan Yesus menjadi berarti ketika kita mengingat dan menghidupi karya keselamatan Yesus melalui tindakan kita dan bertanggung jawab memuliakan nama-Nya.