Minggu, 10 April 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Yohanes 10 : 22 – 30
Di antara sebuah bangunan hotel di kota Yogyakarta, terdapat sebuah rumah yang sederhana. Lokasi hotel tersebut sebelumnya adalah pemukiman penduduk. Warga kemudian menjual rumah dan tanah mereka kepada pengembang hotel, kecuali seorang pemilik rumah. Pemilik tersebut menolak untuk menjual rumah dan lahannya kepada pemilik hotel, seperti yang dilakukan oleh yang lain. Baginya, rumah itu adalah peninggalan keluarganya dan harus dirawat oleh dia serta anak-anaknya nanti.
Dalam bacaan hari ini, kita juga belajar dari Yesus. Betapa pentingnya menghargai apa yang sudah diberikan kepada kita. Dalam ayat 29, kepada orang-orang Yahudi Yesus menyatakan, bahwa Allah Bapa memberikan kepada-Nya lebih besar dari pada siapapun. Seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Yang dimaksud Yesus dengan mereka adalah orang-orang yang percaya kepada pengajaran-Nya dan mengikuti-Nya. Yesus tidak tertarik dengan tawaran orang-orang Yahudi yang menginginkan pengakuan diri-Nya sebagai Mesias, supaya mereka akan mengikuti Dia. Yesus lebih menginginkan orang percaya pada apa yang dilakukan-Nya. Karena apa yang dilakukan-Nya itu dilakukan dalam nama Allah Bapa. Karena Yesus dan Bapa adalah satu, maka Dia juga tidak akan membiarkan orang mengambil apa yang sudah diberikan kepada-Nya.
Sikap Yesus ini mengajarkan Gereja untuk menjaga dan merawat orang-orang percaya yang sudah diberikan kepada Gereja. Jangan biarkan siapapun mengambil orang-orang percaya yang ada dalam Gereja. Jangan juga biarkan mereka pergi meninggalkan Gereja. karena Gereja tidak merawat mereka. Gereja sudah menerima mereka sebagai anugerah dari Yesus Kristus. Dengan demikian, jika Gereja meyakini kesatuannya di dalam Kristus, maka Gereja bertanggung jawab merawat mereka, supaya tetap percaya pada karya keselamatan yang sudah dilakukan Yesus Kristus.