HAPPY ENDING

Sabtu, 9 April 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Obaja 1 : 17 – 19

Apa yang kita harapkan ketika dalam perjalanan hidup kita mengalami pergumulan dan segala macam tantangan? Apa yang diharapkan oleh seorang atlit ketika dia mempersiapkan dirinya dengan berlatih keras? Tentunya adalah sebuah suasana yang mendatangkan kebahagiaan. Maka orang banyak menyebutnya “Happy Ending”. Akhir yang membawa kebahagiaan.

Kata “Happy Ending” memiliki makna sebuah perjuangan atau usaha seseorang diakhir dengan sebuah sukacita atau kebahagiaan yang diperolehnya. Untuk sampai pada hal tersebut yang dibutuhkan bukan sekadar sebuah usaha atau kerja keras, tetapi juga ketekunan dan loyalitas, sehingga tidak terpengaruh dan tidak mudah berpaling.

Obaja dalam pemberitaannya di tengah-tengah bangsa Israel yang sedang menghadapi pembuangan di Babelonia. Umat Israel akan mengalami pembuangan akibat dosa mereka, tetapi itu semua bukan perjalanan akhir. Pembuangan Babel adalah tahapan proses yang kemudian menurut nubuatan Obaja adalah akan ada pemulihan dan Allah akan mengembalikan bangsa Israel ke Yerusalem (lihat ayat 18-19).

Penderitaan Yesus, yang kita peringati sepanjang Minggu Prapaskah ini, mengajak kita semua untuk melihat bahwa penderitaan Yesus sampai pada penyaliban di Golgota (kita rayakan Jumat Agung), bukanlah bagian akhir dari kehidupan dan misi Yesus dalam dunia ini. Tetapi itu adalah perjalanan awal menuju kebahagiaan ketika Kristus menunjukkan kuasa kebangkitan-Nya.

Hal yang kita butuhkan sekarang sebagai orang percaya adalah bahwa hidup ini adalah sebuah perjuangan, dan kita semua dituntut untuk tetap tekun dan setia, sekalipun yang kita terima adalah penderitaan. Tetapi akhir dari semua itu adalah kebahagiaan. Mereka yang setia akan menikmati semua itu. Yesus berkata “banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”.