JANGAN SOMBONG, TETAPLAH RENDAH HATI

Minggu, 3 April 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Habakuk 2 : 1 – 5

Sekarang ini banyak orang merasa, bahwa dirinya sudah benar. Ada yang bahkan merasa dirinya sudah hebat serta menjadi sombong, sehingga dia tidak membutuhkan Tuhan, mungkin karena belum mengalami peringatan dari Tuhan. Sementara itu tidak sedikit orang percaya merasa putus asa, ketika mereka hidup dalam kebenaran, tetapi faktanya selalu mengalami pergumulan. Menurut mereka mestinya orang yang percaya tidak akan mengalami pergumulan berat.

Hal tersebut serupa dengan keadaan bangsa Israel pada waktu itu. Nabi Habakuk mengungkapkan, bahwa Israel merasa Tuhannya tak berpihak atau tidak adil kepada mereka. Karena bangsa Israel merasa, bahwa mereka adalah umat kepunyaan Tuhan. Karena itu, tidak mungkin Tuhan melakukan ketidakadilan terhadap bangsa Israel. Doa Habakuk merupakan suara bangsa Israel atas apa yang sedang terjadi. Lalu Tuhan menjawab apa yang sedang digumuli oleh abdi-Nya. Jawaban Tuhan memberikan kepastian kepada umat-Nya melalui abdi-Nya, yaitu nabi Habakuk, bahwa orang benar akan tetap hidup. Jawaban itu memberi kepastian, bahwa Tuhan tetap memperhatikan apa yang sedang dialami bangsa Israel. Sebagai umat, Israel tidak pernah dikecewakan.

Hidup kita pun demikian. Terkadang ada perasaan, bahwa Tuhan tidak berpihak kepada kita. Kita menjalani hidup ini sesuai dengan perintah-Nya, tetapi tetap masih berhadapan dengan pergumulan. Melalui firman-Nya, Tuhan juga mengajak kita semua untuk tetap hidup dalam kebenaran, Sekalipun hidup kita diwarnai dengan pergumulan yang berat. Habakuk juga mengingatkan, agarjangan menganggap diri kita hebat (sombong). Kita tetap membutuhkan Tuhan dalam hidup ini. Karena itu tetaplah percaya. Tuhan tidak pernah tinggalkan kita. Ia mau kita hidup dalam kebenaran, karena orang benar akan hidup oleh iman (percaya).