Kamis, 24 Maret 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 18 : 12 – 22
Ada peribahasa “Mulut diberi makan, pantat yang dicubit”. Peribahasa ini punya arti: orang yang bicara manis, tetapi niat hatinya jahat. Jangan cepat percaya terhadap setiap pujian, sanjungan, karena bisa jadi itu jebakan untuk menghancurkan diri kita.
Dalam kehidupan hal ini pasti pernah kita alami, dan ini ditampilkan juga dalam perikop saat ini. Ahab memanggil Mikha, nabi Allah, untuk mendengarkan suara Allah atas niatnya untuk berperang melawan Aram. Apakah bisa ia maju berperang bersama Yosafat melawan Aram untuk merebut Ramot Gilead? Mikha menyampaikan bahwa Allah akan memberi kemenangan bagi Ahab. Namun Mikha juga menyatakan bahwa dalam peperangan ini Ahab akan mati, artinya ini adalah akhir kehidupannya. Ini pastinya bukan berita baik buat Ahab, tidak seperti yang disampaikan oleh 400 nabinya. 400 nabi hanya menyampaikan berita yang menyenangkan saja kepada Ahab, sedangkan Mikha secara jujur menyampaikan apa yang benar dari Allah, walaupun terdengar menyakitkan bagi Ahab.
Pagi ini kita akan memulai kem bali aktivitas kita. Kita akan bertemu dengan mereka yang suka menyanjung atau mengingatkan/menegur diri kita. Belajar dari firman Allah pagi ini, maka biarlah kita belajar untuk memaknai setiap sanjungan maupun koreksi yang kita terima. Jangan kita menjadi cepat berpuas diri ketika ada yang menyanjung kita, karena tidak selalu sanjungan itu keluar dari hati tulus memuji hasil pekerjaan kita. Namun jangan cepat juga menjadi marah ketika ada yang mengingatkan atau mengkoreksi pekerjaan kita, karena itu tidak selalu keluar dari hati yang membenci kita. Ingatlah selalu untuk memaknai setiap sikap sesama dengan bijaksana, sehingga kita tetap hidup dalam kedamaian karena bisa menata hati dan diri atas setiap hal yang terjadi di sekitar kita.