Minggu, 20 Maret 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 15 : 1 – 12
Karya Allah hanya bisa dihayati dalam hidup bila Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita. Pernyataan ini berarti bahwa iman adalah anugerah dari Allah, bukan hasil usaha atau kekuatan kita. Namun, di sisi lain Allah juga menuntut tanggung jawab kita untuk memelihara iman agar terus bertumbuh, sehingga dirasakan berkatnya oleh sekitar kita.
Firman Tuhan pagi ini memaparkan bahwa peribadahan kepada Allah telah lama ditinggalkan oleh umat Yehuda dan digantikan dengan peribadahan kepada berhala bangsa asing. Lewat Azarya Allah menegur Raja Asa dan umat Yehuda agar segera bertobat dan kembali beribadah kepada Allah dengan cara yang benar. Atas teguran ini Raja Asa segera menghancurkan patung dantempat penyembahan berhala yang ada di wilayah Yehuda.
Raja Asa dalam melakukan restorasi peribadahan harus punya komitmen diri yang sungguh, sehingga semua unsur rakyat Yehuda bersedia mendukungnya. Dalam Ay. 7, dituliskan: “…kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu Ketika umat Yehuda sungguh berkomitmen untuk bertobat, maka kehidupan mereka kembali menjadi sejahtera dan tidak ada lagi ketakutan sebagaimana diangkat di ay. 5 dan 6.
Pesan Firman Tuhan ini juga kiranya mengingatkan kepada kita untuk sungguh hidup dalam kebenaran Tuhan, bertanggung jawab dalam beribadah kepada Tuhan. Harus ada komitmen diri dalam melaksanakan semua ini. Ketika kita berkomitmen untuk bertobat, maka disitulah Roh Kudus Allah bekerja menjadikan kita pribadi yang sungguh beribadah kepada Allah. Ini akan berdampak pada pola hidup dan perilaku kita, karena menjadi benar dihadapan Allah. Ketika hidup dan perilaku menjadi benar dihadapan-Nya maka kita akan menjadi pribadi yang penuh cinta dan suka membagikan rasa damai bagi sekitar kita.