Selasa, 15 Maret 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Markus 8 : 1 – 10
Dalam peristiwa Yesus memberi makan orang banyak, terlihat jelas sikap Yesus. yang peduli dan bertanggung-jawab (Mat 14:13-21; Mark. 8:21-10). la tidak hanya memberi makan secara rohani, tetapi juga mengusahakan supaya para pengikut-Nya itu dikenyangkan secara jasmani. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak yang mengikuti Dia selama tiga hari dan ternyata mereka pun tidak mempunyai makanan. Yesus menunggu respons dari murid-murid-Nya dan berharap mereka peduli, tidak memikirkan dan mementingkan diri sendiri saja.
Bukannya menunjukkan kepeduliaan, murid-murid justru mengkritisi kepedulian Yesus itu dengan mengemukakan persoalan: bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan orang sebanyak itu. Ternyata, Yesus justru bertindak dengan bermodalkan apa yang ada pada mereka. Ia mengucap syukur atas tujuh ketul roti dan beberapa ekor ikan, memecah-mecahkan roti dan memberikan kepada para murid agar dibagikan kepada orang banyak.
Saudara, sudahkah kita juga belajar bertanggung-jawab di dalam segala hal atau sebaliknya, kita melemparkan tanggung jawab kepada orang Iain karena kita tidak mau direpotkan? Salah satu sikap terpuji yang diinginkan dari seseorang adalah bertanggungjawab di dalam pekerjaan, pelayanan dan rumah tangga. Begitu sering kita temukan orang-orang yang tidak bertanggung-jawab. Ada lelaki yang berani menikah tapi mengabaikan tanggung-jawab terhadap istri dan anaknya. Ada juga orang yang tidak bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang dipercayakan kepadanya. Di dalam pelayanan pun masih banyak orang yang tidak bertanggung-jawab: saat jadwal pelayanan sudah dibuat, yang bersangkutan seenaknya saja tidak hadir tanpa ada pemberitahuan. Marilah kita belajar bertanggungjawab seperti yang telah diteladankan oleh Yesus. Mulailah dari diri kita sendiri. Bertanggung-jawab artinya setia kepada tugas dan kewajiban yang dipercayakan kepada kita.