KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA

Selasa, 8 Maret 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Imamat 19 : 15 – 18

Hidup kudus berarti mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dalam hidupan tidak berbuat curang di pengadilan, sebaliknya melakukan yang benar dan jujur (ay.15), tidak menyebarkan fitnah, dan mengancam hidup sesama (ay.16). Hidup dalam kekudusan, tidak membenci saudara dan tidak mendendam, tapi berterus terang menegur mereka yang bersalah, supaya diri sendiri tidak ikut berdosa (ay.17). Ketika ada orang lain melakukan kesalahan atau kejahatan terhadap dirinya, ia tidak menuntut balas dan tidak mendendam. Hanya mau mengampuni dan mengasihinya seperti mengasihi diri sendiri (ay.18).

Inti hukum dalam perikop bacaan kita adalah panggilan untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Tidak ada orang yang membenci dirinya sendiri, kecuali ia nekad mau mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak dikehendaki Allah. Dengan memahami hukum-hukum Tuhan dan melakukannya, maka hidup kudus yang Tuhan inginkan, nampak nyata melalui kehidupan kita.

Tantangan yang kita hadapi saat ini tidaklah mudah. Kita menyaksikan secara nyata berbagai kecurangan dan ketidak-jujuran yang justru terjadi di Lembaga peradilan dan hukum. Kalau lembaga-lembaga penegak hukum yang menjadi benteng penegakkan hukum tidak dapat menjalankan fungsinya secara tegas dan benar, bagaimana dengan kehidupan masyarakat? Penyebaran fitnah melalui berita hoax, menjadi sangat dominan saat ini. Orang yang hidup benar, berbuat adil dan hidup dalam kejujuran, seringkali difitnah dan mengalami ancaman. Memang aneh, tapi itulah kenyataan yang kita saksikan.

Menjadi penting dalam kehidupan bersama, agar kita tidak membenci sesama, tidak menyimpan kesalahan orang lain, mendendam. Lebih baik menegur yang bersalah dengan penuh kasih, sehingga kita tidak ikut berdosa. Setiap orang pasti mengasihi dan tidak membenci dirinya sendiri. Inilah yang dikehendaki Tuhan Yesus, agar kita mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.