Sabtu, 5 Maret 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : 2 Korintus 7 : 1 – 7
Kesabaran, ketegaran dan kebesaran hati yang Allah berikan dalam hati rasul Paulus telah membuahkan hasil yang sempurna. Sekalipun kata-kata tegas dan lugas ia tuliskan dalam suratnya bagi jemaat Korintus, namun tidak ada rasa benci di dalamnya. Kasih Allah terpancar sehingga membawa perubahan di dalam hati jemaat Korintus. Mereka mulai membuka hati untuk menyambutnya bersama para pelayan Tuhan. Artinya, mereka mau membuka hati untuk kembali kepada Allah, berdamai dengan-Nya dan menerima kebenaran Firman-Nya.
Titus membawa berita yang menghibur hati rasul Paulus. Jemaat Korintus telah menyadari dan menyesali perbuatannya. Mereka sangat merindukan kehadiran Paulus. Hal itu berarti kuasa Allah bekerja secara sempurna di dalam hati jemaat Korintus dan mereka telah berani melakukan langkah awal yang mendatangkan pengampunan serta mengembalikan kekudusan hidupnya, yaitu membuka hati untuk diubahkan oleh Allah.
Tidak ada seorangpun yang hidup benar dihadapan Allah, kecuali jika hidupnya dibenarkan dan mendapatkan pembenaran dari Allah. Kuncinya, adanya kesadaran dan kemauan kuat untuk membersihkan diri dari semua perbuatan cemar. secara jasmani dan rohani serta bersedia hidup kudus di dalam takut akan Allah.
Teladan telah rasul Paulus berikan melalui caranya menghadapi pertentangan dengan jemaat Korintus. Kasih Allah menjadi dasar baginya. Mengapa dia mampu melakukannya? Karena ia telah terlebih dahulu mendapatkan kasih Allah yang telah menangkap, menyatakan kesalahannya dan mengampuninya. Masih adakah alasan baginya untuk tidak mengasihi jemaat Korintus? Tentunya tidak. Karena itulah ia mampu merendahkan hatinya serta memohon kepada mereka “Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati” (ay.2-3).