Kamis, 24 Februari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Yosua 9 : 1 – 5
Kemenangan perang bangsa Israel atas Yerikho dan Ai terdengar oleh orang-orang Gibeon. Kemenangan yang memberi efek takut luar biasa. Jika kedua bangsa yang kuat itu kalah, mungkinkah mereka menang? Memaksa berperang sama dengan menyongsong kematian. Mereka juga tidak tertarik bergabung dengan aliansi raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus yang sepakat memerangi bangsa Israel. Orang-orang Gibeon memutar otak.
Strategi jitu didapatkan. Orang-orang Gibeon Iebih memilih takluk ketimbang berperang. Mereka mengelabui bangsa Israel dengan berpura-pura sebagai hamba-hamba yang memohon perlindungan bangsa Israel. Penampilan buruk dan permintaan hidup berdamai, menyebabkan bangsa Israel jatuh kasihan serta menerima permintaan mereka. Bangsa Israel menjadi pongah. Mereka tidak berdoa mohon petunjuk Tuhan sebelum mengambil keputusan penting.
Tertipu menjadi pengalaman buruk yang menyakitkan. Jika menyangkut urusan mati hidup, orang bisa lakukan apa saja. Beragam aksi penipuan seperti tawaran menjadi Aparat Sipil Negara, anggota TNI/POLRI atau layanan pesan pendek (SMS) berhadiah, masih kerap terjadi sampai hari ini. Aksi ini adalah aksi kejahatan yang melanggar KUHP pasal 378 dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun. Aturan yang ada bukan berarti kita menjadi lengah dan jumawa.
Di masa pandemi ini, kita diingatkan untuk waspada dan berhati-hati menghadapi orang-orang yang mengaku punya niat baik, padahal tidak dikenal riwayat hidupnya. Jangan mudah terpesona dan termakan bujuk rayu. Perlu kita gali lebih banyak informasi tentang hal yang ditawarkan. Sebelum mengambil keputusan berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan. Dengan pertolongan Tuhan, kita diberi hikmat untuk berbuat yang terbaik. Tuhan mempunyai banyak cara menyelamatkan hidup kita.