Minggu, 30 Januari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Lukas 10 : 1 – 12
Melayani bukanlah suatu kebanggaan atau kesombongan, melainkan pengabdian diri dalam ketulusan. Melayani identik dengan pengorbanan waktu maupun materi. Yesus mengutus tujuh puluh murid dan mengajari mereka bahwa melayani haruslah berfokus pada pelayanan yang dipercayakan.
Ketujuhpuluh murid menggambarkan domba di tengah serigala. Domba yang lemah diperhadapkan dengan binatang buas. Namun, Yesus mengajarkan agar kekerasan janganlah dilawan dengan kekerasan karena medan pelayanan ibarat tempat pengabdian diri yang membutuhkan kepekaan serta kesetiaan dalam menjalankannya. Identitas para murid Yesus laksana domba yang lemah lembut, mempunyai perasaan yang lebih kuat jika berada dalam kelompok dan akan menjadi gelisah bila terpisah dari kawanan domba lainnya. Apabila mereka tersesat atau terpisah dari kawanannya, akan kesulitan bertahan hidup, akibatnya, mereka mati di padang karena kelaparan atau menjadi santapan binatang buas. Selain itu domba memakan rumput dengan teratur, tidak serabutan dan berpindah-pindah. Sifat domba suka berkawan, saling bekerja sama, tolong menolong saling menghargai.
Ajaran Yesus tidak hanya berlaku bagi tujuh puluh murid, tetapi juga bagi kita, murid-murid Tuhan Yesus masa kini. Semua utusan Kristus ditantang untuk membawa damai di tengah segala medan pelayanan yang ada. Diharapkan pola pelayanan yang Yesus berikan dapat mendorong dan memotivasi para murid-Nya agar pelayanan yang dilakukan bukan sekedar melayani, tetapi dilakukan sesuai kehendak-Nya dalam pelayanan yang membawa damai.
Sekalipun para murid Yesus berhadapan dengan tantangan dan hambatan, namun setiap orang yang setia dan beriman kepada-Nya tidak akan dipermalukan. Hari ini kita bersyukur untuk HUT Pelkat Persekutuan Teruna GPIB. Kiranya panggilan pengutusan selaku murid-murid Kristus, aka terus ditampilkan dengan pola pelayanan Kristus yang membawa damai.