Sabtu, 29 Januari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Kejadian 49 : 1 – 21
Kehadiran keturunan dalam keluarga merupakan anugerah Tuhan. Banyak pasangan yang berumah tangga sangat mengharapkan memperoleh anugerah keturunan dari Tuhan. Mereka bergumul dan berusaha secara medis untuk bisa memiliki anak dalam hidup perkawinannya. Dipercaya, bahwa setiap anak selain memiliki sifat dan karakternya masing-masing juga membawa berkat tersendiri.
Di akhir hidupnya, Yakub sangat bersyukur dan menyaksikan bagaimana tuntunan Allah dalam menyertai, memberkati dan memenuhi janji-Nya dengan membuat keturunannya menjadi banyak. Ia mengumpulkan semua anaknya dan masing-masing mendapat berkat. Berkat yang diucapkan Yakub bukan berasal dari dirinya. Yakub menyatakan kehendak Allah yang mengatur masa depan anak-anaknya. Oleh karena itu, berkat Yakub kepada
anak-anak-nya berkaitan dengan masa depan mereka, baik kegagalan maupun keberhasilan. Selain itu, juga teguran akan dosa-dosa mereka di masa lampau dan konsekuensinya yang berdampak bagi masa depan mereka. Itu berarti masa depan mereka tidak terlepas dengan kehidupan di masa lampau dan kehidupan yang sedang dijalani, terlebih bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan.
Oleh karena itu, seluruh kehidupan kita baik masa lalu, sekarang dan masa depan, harus dijalani dalam takut akan Tuhan. Anak-anak Yakub ini nantinya menjadi dua belas suku Israel di bawah kepemimpinan Musa yang kelak menjadi Kerajaan Israel. Mereka diberkati sebagai bangsa yang besar.
Kita adalah juga orang yang telah menerima berkat dan janji di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita pun dipanggil untuk hidup di dalam berkat-berkat Tuhan. Mari meneruskan berkat itu dengan melaksanakan panggilan dan pengutusan kita di dunia ini.