JANGAN LAGI BERBOHONG

Jumat, 21 Januari 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Matius 5 : 33 – 37

Bacaan firman Tuhan di pagi ini tentang hukum ke sembilan, yaitu jangan bersumpah palsu. Banyak penyebab hidup orang beriman rusak karena kebohongan atau kepalsuan. Dalam khotbah di bukit, Tuhan Yesus mengingatkan umat-Nya untuk hidup dalam kebenaran termasuk dalam hal memberi kesaksian dan bersumpah. Mereka dalam praktik hidup sehari-hari suka mempergunakan segala tipu muslihat untuk mengakali hukum Allah. Kebohongan terjadi disetiap bidang kehidupan. Misalnya sumpah baru dianggap sah bila diucapkan demi nama Allah. Contoh dalam dunia perdagangan saat itu, sumpah disalahgunakan. Pedagang bersumpah demi Bait Allah bahwa barang dagangannya bernilai. Mereka membohongi orang supaya dagangannya terjual. Tuhan Yesus menegaskan dalam keadaan apa pun umat Tuhan jika bersumpah sampaikanlah itu dalam kebenaran. Jika hal itu benar maka tidak perlu lagi sumpah, sebab dalam setiap perkataan yang benar yang diucapkan dihadapan Allah mempunyai kekuatan sebagai sumpah. Itulah sebabnya Tuhan Yesus katakan, ‘Jika ‘ya’ hendaklah kamu Katakan ya’, jika tidak hendaklah kamu katakan ‘tidak’. Apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat” dan si jahat ialah si pembohong.
 
Siapapun yang hidup dalam kebohongan, tidak dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin bahagia maka jauhkan diri kita dari kebiasaan suka berbohong dan bersaksi dusta. Jaga lidah kita, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya” (1 Petrus 3 : 10).
 
Mari kita nyatakan keberadaan sebagai anak Allah yang dituntun untuk berkata benar dan jujur. Roh Kudus memampukan kita menjadi seseorang yang hidup dalam kebenaran dan kejujuran.