Sabtu, 15 Januari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Bilangan 24 : 10 – 25
Terkadang dalam perjalanan hidup, kita diperhadapkan dengan pilihan. Kita memilih kemapanan secara ekonomi tetapi mengorbankan iman; atau memilih kemapanan iman tetapi kesulitan datang yang silih berganti.
Balak murka terhadap Bileam. Ia sangat marah karena Bileam tidak mengutuk Israel, tetapi justru memberkati mereka sampai tiga kali. Oleh karena itu, Balak menyuruh Bileam kembali ke tempat asalnya tanpa upah sedikit pun. Bileam tegas, ia tidak mau bertindak atas kemauannya sendiri, melainkan lebih memilih tunduk pada kedaulatan Allah.
Sebelum Bileam kembali ke daerahnya, ia memanggil Balak dan mengucapkan kata-kata nubuat tentang apa yang akan dilakukan bangsa Israel kepada bangsa Moab di kemudian hari; termasuk orang Amalek, orang Keni dan orang Asyur, yaitu bahwa bangsa Israel akan mengalahkan mereka semua.
Hidup di dunia sangat banyak tawaran yang menggiurkan. Jika kita tidak kuat maka kita akan tergoda dan jatuh. Apalagi saat ini kita diperhadapkan dengan berbagai kesukaran. Kita merasa bahwa Tuhan seolah mengabaikan penderitaan kita. Ketika perjuangan kita tampak tidak membuahkan hasil, maka kita akan tergiur pada godaan seperti yang dialami Bileam.
Mari kita melihat sikap dan tindakan Bileam; ia memilih tetap setia kepada Tuhan. Mungkin kita beranggapan bahwa dengan setia maka kita akan kehilangan kenikmatan dunia. Kita harus menyadari bahwa berkat Tuhan itu melebihi kenikmatan dunia; kita pasti tidak akan rugi jika tetap di dalam kesetiaan.
Ingatlah bahwa Tuhan sejak dulu, kini dan sampai selamanya selalu bekerja mewujudkan janji setia-Nya bagi kita. Janganlah kita terbelenggu oleh kenyataan yang terjadi saat ini, sebab masa depan yang tidak dapat kita selami dan lihat, Tuhan sudah ada untuk mewujudkan yang terbaik bagi umat-Nya.