Rabu, 5 Januari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Wahyu 22 : 14
Di masa pandemi Covid-19, hal yang selalu diingatkan dan ditekankan yakni perlunya menjaga protokol kesehatan. Salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tujuannya adalah agar tangan kita bersih dari segala kuman, bakteri ataupun virus.
Bacaan pagi ini menyatakan: “Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya…” (ayat.14). Tentu maksud perkataan ini berkaitan dengan hal kebersihan. Kata-kata ‘membasuh jubah’ adalah kata kiasan. Sebenarnya yang dimaksud dengan ‘membasuh jubah’ adalah membersihkan diri. Walaupun saat itu sedang berada dalam penderitaan, namun umat Tuhan harus tetap menjaga hidup mereka, agar tetap bersih ataupun tidak dikotori oleh dosa. Apalagi kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat. Oleh karena itu orang percaya harus dapat mempertahankan hidup kudus, sebagaimana yang diinginkan Tuhan (1 .Petrus.1:15,16).
Hidup dalam kekudusan tidak pernah sia-sia. Tuhan sendiri katakan, bahwa orang yang menjaga dirinya dari kecemaran dosa dikatakan orang yang berbahagia. Mengapa? Karena mereka akan menikmati buah dari pohon kehidupan dan masuk melalui pintupintu gerbang ke dalam kota itu. Kota itu adalah kota Allah, Yerusalem baru. Di sana tidak ada Iagi derita, airmata, tetapi yang ada hanya sukacita dan kebahagiaan yang kekal.
Sebagai pengikut Kristus, mari menjaga cara dan pola hidup kita sehari-hari sesuai Firman Tuhan. Hindarilah gaya hidup yang menyukai kecemaran dosa. Meskipun kita seringkali menghadapi berbagai macam pergumulan maupun kesulitan hidup, namun hendaknya jangan sampai kualitas iman ikut tergerus. Percayalah senantiasa kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang Juruselamat, dalam situasi dan kondisi apapun yang kita alami. Ia akan tetap senantiasa melindungi dan menyertai kita.