Jumat, 31 Desember 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Yohanes 8 : 30 – 32
Percaya, menjadi murid-Nya, mengetahui kebenaran, dan dimerdekakan. Empat langkah ini yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada manusia. Pada renungan pagi di hari Rabu lalu, sudah dibahastentang apa itu percaya. Percaya adalah hidup yang tertuju kepada Allah, yang menuntut hidup di bawah kehendak Allah. Hidup di bawah bimbingan Allah adalah gaya hidup murid Yesus. Dari bimbingan Allah itu, seseorang menerima kebenaran tentang karya Allah yang mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Pendamaian itulah yang disebut dengan kemerdekaan.
Seorang murid memiliki sikap hati yang taat pada kehendak Allah. Sikap hati yang rela mengikuti kehendak Bapa yang dilandasi oleh kasih, Karena Allah adalah kasih, maka mereka yang ada di dalam-Nya adalah mereka yang diliputi oleh kasih-Nya. Itulah sebabnya, Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh.14:15).
Dengan merayakan Natal Kristus, kita mengetahui bahwa kasih Allah telah hadir di tengah-tengah kita. Dan kasih-Nya setia hadir mengiringi manusia dalam menjalani kehidupan ini. Dalam kekuatan dan kerapuhan, kesuksesan dan kegagalan, baik hidup maupun mati, Allah senantiasa ada bagi manusia yang dikasihi-Nya.
Inilah hari penghujung di tahun 2021. Saatnya bagi kita untuk lebih mengingat kasih yang memelihara kita di sepanjang tahun, ketimbang mengingat apa yang sudah dicapai dan yang belum. Semua itu tidak lebih penting dari kasih Allah. Kasih itu tidak berkekurangan karena dia menerima apa adanya dan mensyukuri apa yang ada padanya. Semua yang dicapai tidak akan pernah mengalahkan kebutuhan manusia untuk dikasihi. Itulah sebabnya Firman Tuhan dalam surat 1 Korintus 13:13 menegaskan bahwa “Kasih adalah yang terbesar.”