Sabtu, 25 Desember 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Lukas 1 : 67 – 75
Lawatan kepala negara ke suatu daerah atau wilayah lain pada umumnya dipersiapkan dengan balk demi keamanan sang pemimpin dan rombongan yang ikut serta di dalamnya. Proses penyambutannya dilakukan dengan penuh kehangatan dalam kebahagiaan, tetapi ada juga yang menyambut ‘dingin’ ataupun perasaan tidak senang, bahkan penolakan.
Bagaimana dengan lawatan Tuhan yang disampaikan oleh Zakharia? Apakah sama dengan lawatan pemimpin negara? Lawatan Tuhan yang disampaikan Zakharia dalam nubuatannya melalui nyanyian pujian, tidak berbicara tentang keamanan si pemimpin. Sebaliknya, lawatan Tuhan yang disampaikan Zakaria berkaitan dengan pembaruan dan keselamatan dunia. Kesediaan Zakaria menyampaikan lawatan Tuhan itu membebaskan dia dari kebisuannya. Ia pun dipenuhi oleh Roh Kudus, lalu bernubuat dan memuji Tuhan (ayat 67).
Dalam nubuatannya, Zakharia menyampaikan tentang Yesus Kristus yang datang untuk menggenapi janji Tuhan (ayat 68-75). Selain itu juga nubuat tentang anaknya sendiri, yaitu Yohanes Pembaptis yang kelahirannya mendahului Yesus untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (ayat 76-79). Ada dua hal yang perlu kita renungkan:
- Lawatan Tuhan sebagai penggenapan janji-Nya kepada Abraham (ayat 73).
- Lawatan Tuhan sebagai penyelamatan di dalam keturunan Daud (ayat 69), yaitu pengertian keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa (ayat 77).
Lawatan Tuhan yang disampaikan Zakharia dalam nyanyian pujian tersebut kiranya dapat menginspirasi kita. Ketika merayakan Natal saat ini, marilah kita memiliki semangat yang sama seperti Zakharia. Mari mendendangkan pujian bagi Tuhan sebagai respons pembaruan dan keselamatan yang dianugerahkan-Nya melalui kehadiran Yesus Kristus Sang Putera Natal. Mari menjalani hidup dalam pembaruan-Nya, guna meneruskan damai sejahtera-Nya di mana pun kita hadir dan berada.
Selamat Natal saudaraku. Selamat menyongsong tahun baru 2022. Immanuel. Amin.