HADIRNYA HARAPAN SAAT BERGUMUL

Selasa, 21 Desember 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Yesaya 11 : 1 – 5

Salah satu arti kata “tunggul” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pangkal pohon yang masih tinggal tertanam dalam tanah sehabis ditebang. Sedangkan kata “taruk” menunjuk pada tunas tumbuhan (pohon, rumput). Kedua kata ini dipergunakan dalam bacaan kita untuk menggambarkan situasi umat Yehuda pasca penghukuman TUHAN, akibat kejahatan umat. Apakah yang hendak disampaikan Yesaya melalui penggunaan kata ini? Mari simak bersama.

Nas ini menyampaikan berita penghiburan bagi “sisa umat” setelah mereka mengalami penghukuman TUHAN. Gambaran “tunggul Isai” dan “taruk yang akan tumbuh” pada ayat 1 menyatakan hadirnya sebuah kehidupan baru pasca pergumulan, yang ditandai kehadiran seorang tokoh dari keturunan Isai (ayah Daud). Ia memiliki sifat mulia. Ia akan membawa keadilan dan kedamaian dalam semua tindakannya. Ayat 2-3 melukiskan bagaimana Roh TUHAN berkuasa atas diri sang tokoh. Ayat 4-5 menggambarkan tentang tindakan kebenaran dan keadilan yang dikerjakan-Nya. Gambaran kehadiran tokoh adil dan benar ini menurut para ahli pertama kali digenapi dengan kehadiran Yesus Kristus dalam dunia dengan karya-Nya yang membebaskan dan menyelamatkan manusia dari kutuk dosa dan maut.

Umat TUHAN, saat akan menjalani beragam aktivitas, ingatlah:

  1. Kasih TUHAN melandasi semua tindakan-Nya dalam hidup umat-Nya. Jadi, kendatipun TUHAN menjatuhkan hukuman sebagai ganjaran atas kesalahan umat-Nya, namun tetap ada berita penghiburan yang menguatkan umat dalam pergumulan mereka.
  2. Gambaran sang Raja Damai nyata dalam diri dan karya Tuhan Yesus. Ini memberi penguatan, bahwa dalam berbagai pergumulan yang dialami, selalu ada harapan, karena Yesus dan kasih-Nya akan hadir dan bertindak bagi kita. Percayalah!