GEMBALA YANG MENYELAMATKAN DOMBA-NYA

Senin, 13 Desember 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Mazmur 80 : 2 – 4

Mengalami kegagalan, kejatuhan dan kehancuran bukan perkara mudah. Saat mengalami hal-hal tersebut kita kerap merasa tidak berdaya secara mental, psikis dan spiritual. Dalam ketidakberdayaan, kita sadar bahwa kita membutuhkan pertolongan.

Meratapi kejatuhan Israel Utara yang dihancurkan oleh Asyur, dan ancaman kehancuran bagi Yehuda (Israel Selatan), pemazmur memohon pertolongan kepada Allah. Pemazmur berseru kepada Allah karena Allah adalah gembala Israel dan Raja yang kuat dan perkasa. Sudah terbukti bahwa sebagai gembala Israel, Allah telah menyelamatkan Yusuf atau Israel (bdk. Mzm. 77:16; 81:6) sebagai domba-Nya keluar dari perbudakan di Mesir. Pemazmur memohon agar TUHAN sebagai Raja yang tampil bersinar menyatakan kekuasaan-Nya dengan memimpin Benyamin dan anak-anak Yusuf: Efraim dan Manasye mengusir para musuh. Tuhan diyakini ‘duduk di atas para Kerub’. Kerub adalah makhluk sorgawi yang bersayap. Ada dua kerub di atas tutup pendamaian tabut perjanjian Allah. Karena itu muncullah sebutan, TUHAN yang bersemayam di atas para Kerub. TUHAN diyakini akan bangkit dengan keperkasaanNya dan datang bertempur untuk menyelamatkan Israel. Pemazmur berharap agar TUHAN memulihkan keadaan Israel, maka mereka akan mengalami keselamatan dari Tuhan.

Pemazmur percaya bahwa TUHAN adalah sumber pertolongan dan keselamatan bagi Israel. Kita juga percaya bahwa dengan keperkasaan-Nya, Tuhan datang menolong dan menyelamatkan kita. Tuhan adalah Gembala yang baik yang akan selalu ada di tiap saat hidup kita, kawanan domba-Nya (Mzm. 23). Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik, yang telah menyelamatkan kita dengan memberikan nyawa-Nya bagi kita (Yoh. 10:11 ). Karena itu di masamasa tersulit dalam hidup kita, berserulah dan memohon kepada Tuhan. Berharaplah kepada Tuhan agar Dia menolong dan menyelamatkan kita, karena Dialah yang berdaulat atas hidup kita.