KASIH

Minggu, 5 Desember 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Yesaya 40 : 1 – 11

Nas Alkitab ini berada dalam bagian pasal 40-55 Ditulis Oleh Seorang yang biasa disebut “Deutero-Yesaya”. Ia tampil dan berkarya di negeri Babel. Ia sangat mendukung semangat juang orang-orang sezamannya untuk memulai hidup baru setelah dilepaskan dari hukuman di tempat pembuangan Babel. Umat harus meyakini, bahwa Tuhan Mahakasih itu penentu sejarah dan berkuasa atasnya. Nas ini menjadi renungan keberadaan diri manusia terkait dengan kasih dan pengampunan Tuhan, Ayat 1-2 yang menyatakan : “Hiburkanlah umat-Ku tenangkanlah hati”, menguatkan umat untuk bangkit dari keterpurukan di pembuangan. Berita kelepasan ini dibarengi dengan pernyataan agar umat menyiapkan jalan, meluruskan dan meratakan semua yang masih bergelombang untuk menyambut kedatangan Tuhan (ayat 3-5).

Keberadaan manusia yang lemah dan rapuh itu memerlukan Tuhan yang kekal dan penuh kasih (ayat 6-9). Mereka diutus untuk menyerukan kabar baik. Tuhan sang Gembala baik itu terus memelihara, mengumpulkan, bahkan menggendong dengan lemah lembut serta menuntun kepada keselamatan (ayat 10-11).

Di masa Adven ini, kiranya kasih Tuhan yang sejati itu memberi penghiburan, kekuatan serta semangat baru dalam menghadapi pergumulan. Biarlah itu dialami Oleh mereka yang hatinya penuh kebimbangan dan sudah kehilangan harapan. Janganlah ragu di dalam iman kepada Kristus. Tetaplah hidup mengandalkan Dia. Seruan penulis Yesaya untuk ‘meluruskan jalan’ dan ‘meratakan tanah yang berbukit-bukit’, merupakan lambang dan ajakan untuk menyambut kedatangan TIJHAN dengan kerendahan hati. Dalam memasuki perayaan perjamuan kudus, sepatutnya kita menaikkan syukur atas pemulihan dan pengampunan dari TUHAN, sang Kasih sejati. Beritakanlah kabar baik, bahwa Yesus datang ke dunia membawa kasih, pengampunan, pemulihan dan pemeliharaan serta keselamatan kekal.