MENJADI BERKAT

Sabtu, 4 Desember 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Lukas 13 : 18 – 21

Perumpamaan Yesus menjelaskan konsep Kerajaan Allah dalam pengertian sederhana dengan gambaran biji sesawi dan ragi. Tidak mungkin menjelaskannya dengan bahasa teologis yang rumit. Penjelasan sederhana menolong para pendengar Injil untuk mengerti dan turut berpartisipasi pada apa yang Tuhan kehendaki. Keterlibatan kita menghadirkan kasih Allah bagi dunia sekitar pasti memiliki dampak luar biasa.

Biji sesawi dan ragi berfungsi maksimal saat dipergunakan dengan cara yang benar. Biji sesawi yang ditabur di kebun secara bertahap akan bertumbuh dan berkembang menjadi pohon yang kuat dan bermanfaat bagi banyak pihak. Begitu juga ragi yang ditabur pada tepung terigu untuk konsumsi seratus orang, dapat menghasilkan adonan terbaik dalam membuat roti yang enak dan bukannya bantat. Dua perumpamaan ini menjelaskan, bahwa manusia perlu mengalami dan merasakan arti pemerintahan Allah dalam kehidupannya secara pribadi. Artinya, ketika seseorang menanggapi pesan Injil yang diberitakan secara sederhana, maka kuasa Injil memengaruhi hidupnya sebagai pelaku firman yang memberkati sesama.

Seringkali orang terkesima dengan hasil dan mengabaikan proses. Akibatnya muncul sikap kecil hati mengingat sumber daya terbatas. Hal semacam ini perlu disingkirkan, agar kita dapat bersaksi dan melayani dalam kasih Yesus. Melakukan hal-hal yang sederhana dengan ketulusan dan pengharapan pada Allah, hasilnya pasti menggembirakan. Dalam hal ini kita sendiri perlu mengalami pembaruan Roh Kudus, agar kasih kepada sesama tidak berkurang sedikitpun. Karya pelayanan yang senyap itu laksana kerja biji sesawi dan ragi yang tersembunyi. Pertanyaannya: maukah kita bersaksi dan melayani bagi Kerajaan Allah dengan kelembutan dan konsistensi penuh? Mari beri hidup kita jadi berkat bagi sesama. Jangan menunda dan berlambat-lambat!