Selasa, 30 November 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Lukas 12 : 13 – 15
Seringkali dalam relasi saudara dengan saudara berujung pada permusuhan bahkan sampai berperkara di pengadilan karena berebut warisan. Padahal mereka adalah saudara sekandung. Penyebabnya adalah pembagian harta yang dianggap tidak adil di antara saudara sekandung sendiri. Yang tertua cenderung ingin menguasai sebagian besar warisan itu. Sikap demikian, tidak serta merta membuatnya dapat menikmati warisan tersebut. Malah jadi sumber masalah terus menerus. Diakui soal perkara warisan hingga saat ini pun masih jadi perkara yang cukup rumit.
Di tengah kisruh soal warisan, seseorang memberanikan diri datang kepada Yesus dan meminta agar Yesus menyampaikan kepada saudaranya. Yesus menjawab bahwa Dia tidak mau menjadi hakim atau pengantara dalam hal seperti itu. Tugas Yesus adalah menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, supaya orang-orang mengerti dan mengenal Allah yang benar melalui diri-Nya. Yesus hanya mengatakan satu pesan yang begitu jelas dan mengingatkan bahwa kerakusan dan ketamakan dapat menjadi pendorong orang untuk mengabaikan persaudaraan dan kekeluargaan. Kedua hal ini juga sering kali menyebabkan manusia jauh dari Allah karena lebih mengutamakan dan memprioritaskan harta benda, kuasa dan kenikmatan daripada Tuhan.
Di sinilah kita juga diingatkan untuk mewaspadai ketamakan; yaitu bagaimana kita mengawasi diri; menjaga hati baik-baik dan tidak bersikap tamak. Peliharalah dirimu dan balutlah hatimu dengan kasih Tuhan, agar jangan sampai ketamakan menguasai hidup kita. Kita juga diingatkan agar tidak menikmati kekayaan yang dimiliki hanya bagi diri sendiri. Kita dipanggil untuk menggunakan segenap kekayaan yang dimiliki bagi kemuliaan nama Tuhan. Ketamakan juga bisa diatasi dengan kebiasaan mencukupkan diri dan mensyukuri apa yang ada pada kita.