MASA KHAWATIR

Rabu, 1 Desember 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Lukas 12 : 22 – 32

Kebutuhan hidup tidak akan pernah ada habisnya, justru makin meningkat setiap hari. Jika tidak disikapi benar, hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagaimana pemenuhannya. Sementara itu orang-orang yang selalu diliputi khawatir akan sulit melangkah ke masa depan.

Yesus mengingatkan bahwa kekhawatiran tidak membawa seseorang menjadi lebih baik dalam hidup ini atau menyelesaikan masalah kebutuhan (ay.25). Sebaliknya, kekhawatiran membuat orang tertekan, bahkan sakit. Yesus menegaskan bahwa Allah saja yang memberi kita hidup; dan kalau Dia memberikan hidup, maka kita percaya bahwa Dia akan mencukupkan kebutuhan hidup kita. Sesungguhnya hidup itu sendiri merupakan berkat Tuhan yang luar biasa melampaui kebutuhan sandang pangan yang memang kita perlukan demi kelangsungan hidup. Kalau Allah memberikan hidup, kita percaya bahwa Dia pun akan memberikan makanan untuk mempertahankan hidup itu. Demikian juga, kalau Allah memberikan tubuh kepada kita, maka kita percaya bahwa Dia pun akan memberikan pakaian selama kita mau mengusahakannya.

Banyak orang begitu panik menghadapi persoalan hidup saat ini, lalu tidak peduli lagi kepada Tuhan dan mengandalkan kekuatan-Nya. Mungkin kita bertanya: Apakah ada jaminan atas kata-kata Yesus supaya tidak khawatir? Ini berkaitan dengan iman. Iman itu bukan sekadar percaya, tetapi utamanya adalah bagaimana mempercayakan diri kepada-Nya. Ketika kita mempercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya, maka kuasa Tuhan juga bekerja sepenuhnya dalam hidup kita. Kemudian diikuti dengan rasa syukur kepada Tuhan atas pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kita, maka akan memampukan kita berkarya dan menatap masa depan yang penuh harapan.