SEISI RUMAH PERCAYA ALLAH

Sabtu, 27 November 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 16 : 32 – 34

Seseorang berani buka pintu ruman menerima orang asing yang baru ia kenal tentu karena ia memandang orang itu baik. Sang tamu yang dipandang baik bukan hanya disilahkan sekadar mampir tetapi oleh kebaikan budinya, ia akan mendapat belas kasih yang lebih dari yang mungkin ia harapkan. Ungkapan in iada dalam sapaan firman Tuhan pagi ini yang berceritera tentang Paulus dan Silas di rumah kepala penjara di Filipi.

Sepintas saat gempa besar malam ini, kepala penjara yakin Paulus dan Silas adalah orang benar, sabar yang ingin sesama selamat. Bukti kebaikan hati Paulus dan Silas terlihat kala mereka selamatkan kepala penjara yang panik yang mau akhiri hidupnya sendiri (lihat 16:28).

Hanya karena belas kasih Tuhan, Paulus di malam gelap itu telah selamatkan kepala penjara dari niat bunuh diri. Dalam tuntunan Roh Kudus selamatlah jiwa sang kepala penjara. Ujung dari itu, pintu rumah dan juga pintu hati kepala penjara beserta seisi rumahnya terbuka mendengar firman Tuhan. Mereka pun memberi diri dibaptis menjadi milik Kristus.

Hikmah di balik penjara, keplaa penjara sangat bergembira sebab ia dan seisi rumahnya percaya Allah. Paulus dan Silas pun terobati luka tubuh dengan sukacita batin karena dalam derita yang mereka alami, Allah menyertai perjalanan pelayanan mereka. Ada sukacita karena Allah menjamah seisi rumah itu dalam iman yang nampak dari perbuatan baik.

Sumber sukacita duniawi dalam keluarga, seperti pangkat dan jabatan, uang dan kekayaan, itu adalah penting tetapi semu sifatnya. Pagi ini, kita belajar dari firman Tuhan bahwa sukacita besar dalam hidup keluarga ialah pada jam ini kita bawa keluarga kita percaya pada Allah. Ingatlah di dalam Kristus kita nikmati kegembiraan dan sukacita lebih dari sukacita yang dunia berikan bagi kita.