Rabu, 17 November 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Keluaran 33 : 1 – 6
Hidup ini adalah suatu perjalanan dari satu titik ke titik lain yang ada didepan. Berbeda dengan perjalanan yang kini sedang kita jalani, perjalanan Israel sebagai suatu bangsa berlangsung menarik. Menarik karena perjalanan hidup Israel terkait langsung dengan TUHAN. Israel menempuh perjalanan dari titik dimana mereka tertindas di Mesir menuju negeri yang dijanjikan didalam kehendak dan penyertaan TUHAN. Firman Tuhan pagi hari ini menegaskan hal tersebut.
TUHAN berfirman kepada Musa: “pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu…menuju negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu”. Firman TUHAN ini adalah perintah bagi Musa dan Israel untuk melanjutkan perjalanan menuju negeri yang di janjikan-Nya. Artinya TUHAN berkehendak untuk tetap setia pada janji yang telah diucapkan-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Sekalipun dalam perjalanan hidup Israel sering tidak setia kepada TUHAN, namun TUHAN tetap setia pada janji-Nya.
Reaksi Israel atas perintah TUHAN sungguh mengejutkan. Bukan senang tetapi justru berkabung dalam arti sedih, takut dan gentar. Mereka berkabung karena TUHAN telah menyatakan tidak lagi berjalan bersama dengan Israel. Untuk itu TUHAN mengutus malaikat berjalan di depan umat dan akan menghalau orang-orang yang akan menghadang mereka. Ketidak-hadiran TUHAN tersebut dilihat Israel sebagai suatu ancaman yang menakutkan. Bagi Israel kehadiran dan penyertaan TUHAN adalah segalanya. Tanpa TUHAN Israel tidak berarti apa-apa.
Hidup kita akan penuh sukacita jika TUHAN hadir dan menyertai. Tanpa penyertaan-Nya hidup ini menjadi hambar. Karena itu penting bagi kita untuk hidup dengan kerendahan hati di hadapan-Nya. Orang yang hidup dengan kerendahan hati adalah orang yang mengandalkan TUHAN. TUHAN berkenan hadir menyertai setiap orang yang setia dan mengandalkan-Nya.