MEMBAWA BERKAT KRISTUS

Sabtu, 13 November 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Roma 15 : 22 – 29

Satu kerinduan besar dalam hati Rasul Paulus adalah dapat mengunjungi jemaat di Roma. Ia berharap bahwa dalam perjalanannya ke Spanyol, ia dapat singgah dan berjumpa dengan mereka secara langsung. Kerinduan hati Paulus ini harus kita hubungkan dengan keinginannya untuk dapat mengabarkan Injil di kota yang menjadi pusat Kekaisaran Romawi tersebut. Paulus yakin bahwa kehadiran Injil Kristus akan menjadi berkat dan ini juga berlaku bagi saudari saudara seiman yang ada dalam persekutuan jemaat di Roma. Hal ini tentu sesuai dengan prinsip yang dipegang Paulus bahwa setiap orang yang percaya dalam Kristus adalah orang-orang yang diberkati dan mereka dipanggil untuk juga membawa berkat Kristus kepada orang lain.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mengetahui bahwa kita dipanggil untuk membawa berkat Kristus bagi orang lain? Banyak orang Kristen yang hanya mau menadahkan tangan untuk mengharap berkat dari Tuhan. Namun begitu berkat Tuhan mereka terima, mereka enggan untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. Kita melihat ada kesusahan yang dialami orang lain, tapi kita pura pura menutup mata dan tak mau menolong mereka. Di tengah pandemi Covid-19 ini, kita semua dipanggil secara nyata untuk menjadi berkat bagi orang lain. Banyak orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 langsung bereaksi menutup diri karena rasa malu. Dalam situasi ini, kita tidak boleh menjauhi mereka. Bantulah mereka sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Berilah kekuatan dalam kata dan perhatian yang akan menghibur dan menguatkan mereka. Tepat apa yang dikatakan Martin Luther, bapak reformasi Protestan: “Jangan pikirkan kebaikan apa yang aku akan lakukan bagi sesama, tapi lakukanlah apa yang baik bagi sesama.”