Kamis, 4 November 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Wahyu 3 : 1 – 3
Sesuatu telah mati dalam jemaat di Sardis. Tuhan sendiri yang mengatakan demikian. ‘Kematian’ itu terlihat dalam kerja jemaat (ayat 1). Pekerjaan jemaat tidak beres di hadapan Allah (ayat 2). Namun Tuhan juga melihat ada hal-hal yang bisa diselamatkan. Dengan syarat mereka harus meninggalkan apa yang sudah mati dan mengingat bagaimana mereka telah mendengar, menerima dan mengalami kebenaran dan kebaikan Tuhan (ayat 3).
Mengapa penting bagi Tuhan agar jemaat Sardis mengingat bagaimana mereka mendengar dan menerima kasih dan kebenaran Tuhan? Ada tiga hal yang sangat prinsipil. Pertama, mengingat rasa dan pikir yang hadir dalam kenangan memelihara harapan bahwa Allah yang di masa lalu melakukan semua kebaikan dan menyatakan kebenaran-Nya adalah Allah yang sama di masa kini dan di masa yang akan datang apapun situasi yang kita alami. Kedua, memelihara kenangan menghadirkan Tuhan dalam hidup kita. Ketiga, kenangan menjadi jalan refleksi dan rekoleksi dalam pencarian makna hidup di dalam Tuhan.
Pembaca yang budiman, banyak hal-hal baik dan indah yang telah kita dengar dan terima dari Tuhan. Entah itu dalam hal capaian akademis, karir yang gemilang, pasangan hidup yang didamba, sahabat-sahabat sejati, atau mengalami pemulihan jiwa dan raga. Bayangkan sejenak bagaimana perasaan anda ketika mengalami semua itu. Menghadirkan energi yang positif dan indah dalam hati bukan? Memelihara kenangan akan perbuatan baik Allah akan memelihara hal-hal baik, positif, dan bernilai dalam diri kita. Menghidupkan asa dan semangat yang mati. Singkirkan segala yang buruk dan tidak bernilai. Jaga dan rawatlah kenangan indah bersama Tuhan karena itu adalah bintang pemandu agar langkah-langkah hidup kita sungguh-sungguh hidup.