JANGAN SENDIRI, TAPI BERSAMA

Sabtu, 30 Oktober 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Keluaran 31 : 1 – 11

Bezaleel dan Aholiab ditunjuk TUHAN melakukan pekerjaan besar: membuat kemah pertemuan dan tabut dengan segala perangkatnya. Mereka rekan sekerja yang membuat Kemah Pertemuan untuk terus digunakan sebagai tempat perjumpaan Allah dan umat-Nya. Keduanya orang-orang ahli (ay.2,6), sehingga menunjukkan bahwa proses pembuatan Kemah Pertemuan tidaklah mudah. Sekalipun demikian, TUHAN yang menunjuk akan menyertai mereka. Kemah Pertemuan dan Tabut akan menjadi sangat penting, sementara Bezaleel dan Aholiab akan berada di belakang hasil kerja mereka. Kesadaran demikian sangat mendasar, sehingga pekerjaan yang dilakukan bukan hanya mempertimbangkan fungsi, tetapi terutama hakikat pekerjaan tersebut. Artinya, kalau hanya soal fungsi, maka Kemah Pertemuan dipersiapkan, agar dapat dipergunakan. Hakikat Kemah Pertemuan menegaskan hadirnya relasi Allah dan umat-Nya dalam perjalanan menuju tanah perjanjian.

Melalui pembacaan Alkitab saat ini kepada kita dikemukakan bahwa: Pertama, semua karya orang percaya hendaknya disambut dengan penuh sukacita. Hal ini terjadi jika karya tersebut ditempatkan dalam pemahaman bahwa apa yang dikerjakan bukan saja bisa berfungsi, tetapi juga bermakna. Keluarga siapa pun yang ditunjuk melaksanakan kesaksian, harus ingat bahwa keterlibatan TUHAN sangatlah penting. Tak ada keluarga yang sempurna, namun keluarga harus terus terbuka melihat tugas besar yang TUHAN percayakan. Kedua, keluarga menjadi bermakna dalam gerak kolektif dan bukan individu. Keluarga yang melakukan pekerjaan besar dari Allah adalah keluarga yang sungguh-sungguh menghayati makna peran suami, istri, anak anak. Artinya, pekerjaan besar membangun ibadah sejati dalam keluarga haruslah terwujud dalam saling mendukung satu sama lain. Baiklah setiap keluarga memahami, bahwa mengucap syukur pada TUHAN adalah kesadaran yang paling utama.