PEMIMPIN : DITEMPA SEJAK AWAL

Minggu, 17 Oktober 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Kejadian 37 : 1 – 4

Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Ia harus mampu menguasai keinginan, emosi dan bijak dalam mengatasi persoalan. Ini berarti, ia harus mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain. Ada proses yang panjang untuk menjadi seorang pemimpin, tidak terjadi satu hari.

Yusuf berhasil menjadi seorang pemimpin yang sejajar dengan penguasa di Mesir. Posisi menjadi penguasa di Mesir secara manusia tidak mungkin. Campur tangan Tuhan yang membuat Yusuf mencapai posisi terhormat di Mesir. Di balik adanya campur tangan Tuhan, pribadi Yusuf juga memengaruhi. Sejak awal, Yusuf sudah berhadapan dengan tantangan emosional dan pergumulan dalam diri yang saling tarik menarik. Misalnya, antara bersikap menerima atau melawan perilaku dari saudara-saudaranya, walaupun kebencian saudara-saudara Yusuf bukan karena perbuatan atau tindakannya. Sikap Yakub yang membedakan Yusuf dengan saudara-saudaranya membuat Yusuf dibenci mereka. Kita tidak dapat menyalahkan sikap Yakub yang membedakan Yusuf dari saudara-saudaranya. Sikap saudara-saudara Yusuf ini menjadi bagian dari proses pemben-tukkan diri Yusuf. Yusuf menghadapi dengan sabar saudara-saudaranya yang membenci dan tidak menyapanya dengan ramah (ay.4). Yusuf sudah menghadapi ujian awal dari proses pembentuk dirinya menjadi pribadi dan seorang pemimpin.

Pengalaman yang tidak menyenangkan mungkin pernah kita alami. Pengalaman ini sering menjadikan kita terjebak pada tindakan dan perbuatan yang tidak semestinya. Misalnya, mencurigai seseorang, membenci dan memusuhinya. Sesungguhnya respons ini mencirikan bagaimana pembentukan diri kita. Kita harus mampu mengendalikan dan bijak mengatasi setiap persoalan yang hadir dalam hidup pribadi. Mari memahami, bahwa perjalanan waktu dalam hidup ini merupakan bagian dari proses pembentukan menjadi seorang pemimpin, yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.