KETIKA MENDERITA, DIKUATKAN ROH

Jumat, 20 Agustus 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Roma 8 : 18 – 25

Penderitaan merupakan fakta kehidupan dan menjadi bagian terpenting dalam hidup manusia khususnya orang percaya. Seperti halnya pandemi Covid-19 saat ini merupakan fakta hidup yang mendatangkan beragam kesusahan dan penderitaan. Bukan hanya virus saja yang menjadi ancaman mematikan bagi manusia, tetapi banyak dampak lain yang ditimbulkan, seperti: ketakutan, kecemasan, masalah ekonomi karena kehilangan pekerjaan sampai kepada ancaman kehidupan.

Namun, penderitaan yang dialami manusia saat ini bukan hanya berasal dari pandemi Covid-19. Bencana alam bahkan adanya berbagai bentuk ancaman dan ketidakadilan juga kerap terjadi. Kenyataannya orang Kristen akan mengalami banyak penderitaan, tetapi orang Kristen sejati harus mampu melewati semua penderitaan yang menghampirinya. Kita akan melewati cercaan, hinaan, cemoohan dan berbagai bentuk penderitaan lainnya sebagai konsekuensi logis mengiring Kristus. Sebab penderitaan melambangkan periode kehidupan gereja yang mengantar kepada kedewasaan iman.

Akan semua ini, rasul Paulus memberi penguatan kepada orang-orang Kristen di Roma dan bagi kita sekalian “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (ay.18). Jadi, penderitaan tidak dapat dihindari dan setiap orang harus siap menghadapinya. Bagi mereka yang mampu bertahan akan memperoleh upahnya. Sehubungan dengan “kemuliaan yang akan dinyatakan” itu, penulis kitab Ibrani menegaskan “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibr.10:35–36). Janji Tuhan bagi orang percaya itu pasti, jadi tetaplah kuat di dalam iman kepada Tuhan. Selamat kuat dalam Tuhan.