Rabu, 21 Juli 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Kejadian 41 : 15 – 24
Sebuah peribahasa yang sering kita dengar “bagaikan padi semakin berisi, semakin merunduk” agaknya dapat dikenakan pada Yusuf dalam teks bacaan pagi ini. Ketika Yusuf datang menghadap, Firaun pun menyampaikan kepada Yusuf masalah yang dihadapi karena tidak seorang pun dapat menafsirkannya. Firaun juga mengklarifikasi berita yang didengar dari juru minuman istana bahwa Yusuf bisa menafsirkan mimpi dengan hanya mendengarnya saja. Mendengar perkataan Firaun tersebut, Yusuf tidak lekas “besar kepala”. Ia justru mengatakan kepada Firaun bahwa bukan dirinya yang dapat mengartikan semuanya itu, melainkan Allah saja. Di sinilah kerendahan hati Yusuf. Dengan cara demikian, Yusuf juga ingin memperkenalkan Allah yang dipercayainya kepada Firaun. Yusuf meyakinkan Firaun bahwa melalui mimpinya, Allah akan memberitakan kesejahteraan kepada Firaun. Maka Firaun segera menceritakan mimpinya kepada Yusuf.
Saudaraku, kemampuan, potensi, dan Sumber Daya Insani (SDI) yang ada pada kita tidak boleh membuat kita tinggi hati dan sombong. Ketika kita mendapat kepercayaan dari pemimpin atau penguasa terkait potensi atau kemampuan yang kita miliki, kita mesti tetap mengutamakan Allah, dan menyaksikan tentang Allah yang kita sembah. Sebab Dia adalah Allah yang mahakuasa. Segala sesuatu bersumber hanya dari Allah. Kita hanya alat dan bukan tujuan dari kemampuan yang ada pada kita. Tujuan dari pengembangan kemampuan yang Allah anugerahkan adalah demi membantu sesama; terlibat dalam mengatasi masalah bersama, serta dapat membawa berkat/ kesejahteraan untuk banyak orang, sehingga nama Allah yang kita sembah dalam Tuhan Yesus makin ditinggikan. Sebaliknya, jika kita tinggi hati dan sombong maka kita akan direndahkan.