MENJADI PENDENGAR YANG BENAR

Rabu, 14 Juli 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Matius 13 : 10 – 15

Seringkali orang menganggap negatif dan mencurigai suatu gagasan atau ajaran yang baru, padahal latar belakang ajaran atau gagasan itu memiliki sejarah yang sama. Karenanya diperlukan cara tersendiri untuk menyampaikan gagasan atau ajaran tersebut. Mendapatkan cara yang tepat untuk menyampaikan gagasan atau ajaran yang baru, juga memiliki persoalannya sendiri.

Berita tentang Kerajaan Sorga yang disampaikan oleh Yesus kepada khalayak ramai dengan memakai perumpamaan dan cara itu dipertanyakan oleh para murid-Nya. Yesus menyadari bahwa kemampuan para murid dan khalayak ramai dalam menyerap pengajaran-Nya belum sampai pada pemahaman bahwa pemerintahan Allah mulai mewujud di dalam dan melalui diri-Nya. Rupanya memahami Kerajaan Sorga yang diwujudkan oleh dan di dalam Yesus Kristus merupakan anugerah atau kasih karunia Allah (ay.11). Jawaban Yesus ini memperlihatkan betapa menerima dan menghayati pengajaran-Nya sangat diperlukan. Bisa jadi keterus-terangan pengajaran Yesus tentang Kerajaan Sorga justru akan menjadi penghambat bagi khalayak ramai untuk mendapatkan lebih banyak pengajaran dari Yesus, sebab para pemuka agama Yahudi dapat marah terhadap Yesus dan para pengikut-Nya.

Sekarang ini banyak orang yang hanya ingin mendengar apa yang ingin dia dengar sesuai dengan kepentingannya, termasuk dalam mendengarkan pemberitaan firman Tuhan (2 Tim.4:3-4). Apabila firman Tuhan yang diberitakan tidak sama dengan keinginan hati dan kepentingan orang tersebut, maka hal itu akan diabaikannya; juga jika firman Tuhan yang diberitakan dirasakan sebagai sesuatu yang mengoreksi dan mengena pada dirinya, maka si pendengar itu akan melihat si pemberita sebagai orang yang tidak tepat dalam memberitakannya. Dengan demikian adalah langkah yang tepat untuk mau menyediakan akal dan hati yang terbuka dalam mendengarkan dan menerima sesuatu yang baik dan benar, terlebih firman Tuhan.