Rabu, 2 Juni 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Ulangan 28 : 11 – 14
”Jalan Tuhan” atau ”jalan kita sendiri” menjadi pilihan untuk kita jalani dalam hidup ini. ”Jalan kita sendiri” kadang menyertakan ego kita sehingga dapat saja membawa kita pada kegagalan, kebimbangan, dan keputusasaan karena keterbatasan sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Sedangkan ”jalan Tuhan” pasti akan mengarahkan hidup kita pada kesukacitaan dan kedamaian sehingga akan ada keterjaminan masa depan karena Tuhanlah yang menuntun.
Tuhan menjanjikan berkat kepada umat Israel, yang bersiap memasuki tanah Kanaan, sebagai jaminan bahwa Tuhan akan selalu menyertai mereka. Tuhan akan menganugerahkan keturunan yang banyak dan berkualitas di tanah Kanaan. Tuhan akan melimpahkan hasil ternak yang baik. Tuhan akan menurunkan hujan untuk memberi kesuburan tanah yang akan mereka garap sehingga terjamin kebutuhan jasmani umat. Tuhan akan membuat umat-Nya memiliki kehidupan yang semakin baik dan makmur serta umat pun akan memiliki kemurahan hati untuk menolong bangsa lain. Berkat-berkat yang Tuhan berikan harus diimbangi perbuatan umat yang bersedia mengikuti jalan Tuhan dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri atau tidak melalaikan perintah Tuhan serta tidak menyembah allah lain. Kesetiaan dan ketaatan menjadi perbuatan mutlak yang harus dilakukan umat kepada Tuhan.
Berkat yang Tuhan berikan kepada kita akan terus kita rasakan bila selalu setia berada di jalan yang dikehendaki Tuhan. Jalan Tuhan tidak menjamin hidup kita terhindar dari tantangan dan pergumulan. Tantangan dan pergumulan akan selalu mewarnai perjalanan hidup ini. Namun penyertaan Tuhan akan selalu mengiringi perjalanan kita sehingga akan ada kekuatan dan tuntunan dari Tuhan. Jalan Tuhan yang kita lalui akan membawa kita pada kesukacitaan selama kita setia melakukan semua perintah Tuhan dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.