ESA DALAM KARYA-NYA

Minggu, 11 April 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Mazmur 107 : 1 – 9

Menunggu adalah tindakan yang melelahkan dan membosankan. Kalau ada tanda-tanda yang bisa digunakan untuk mengetahui lama tidaknya waktu menunggu, mungkin tidak terasa lama. Dengan teknologi informasi, menunggu masih bisa diantisipasi. Misalnya melalui handphone, orang yang menunggu masih bisa berkomunikasi dengan yang ditunggu. Ada alatnya untuk mengantisipasi. Bagaimana kalau menunggu sesuatu yang tidak ada alat mengantisipasinya? Benarkah tidak ada alat atau petunjuk untuk antisipasi itu? Untuk segala sesuatu mesti ada hal seperti itu.

Pemazmur dalam bacaan minggu ini membuktikan adanya alat seperti itu. Alat itu adalah Tuhan dan kemahakuasaan-Nya. Dalam Dia selalu ada kepastian itu. Dalam Dia, kepastian itu berlaku bagi semua, timur dan barat, utara juga selatan. Bukan saja dari semua penjuru, akan tetapi juga seluruh lapisan, jenis kelamin, golongan, usia dan budaya. Bacaan kita menunjukkan, bahwa petunjuk itu hanya sebuah tindakan, yakni “berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka dan dilepaskannya mereka dari kecemasan mereka” (ayat 6). Seruan itu adalah tindakan percaya pada Tuhan, bahwa Ia setia pada janji-Nya, dan tidak pernah mengecewakan, serta dapat diandalkan. Dari sisi itulah Tuhan dikatakan esa dalam karya-Nya.

Baru seminggu yang lalu kita merayakan Paskah Kristus. Kita mensyukuri hari kebangkitan Kristus. Paskah itu adalah bukti nyata, bahwa karya Tuhan itu esa. Esa dalam arti karya yang tuntas. Manusia tidak dapat menghentikan karya Tuhan untuk manusia yang terabaikan, terpinggirkan sesamanya, atau juga oleh Tuhannya seperti yang Yesus alami. Nyatanya tidak. Tiga hari adalah waktu bagi Yesus yang merasa ditinggalkan. Waktu bagi kita mungkin tidak tiga hari. Itu bisa berarti tiga minggu, bulan, atau tahun. Kapanpun waktu Tuhan itu, yang pasti Yesus bangkit. Kita hanya perlu mempercayai waktu Tuhan untuk setiap orang. Bangkit itu pasti! Sebab ada Tuhan yang esa dalam karya-Nya!